Kamis, 02 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Kemenbud Minta Pariaman dan Pemprov Sumbar Usulkan Tabuik ke UNESCO

Kemenbud meminta Pemkot Pariaman dan Pemprov Sumbar mengusulkan tradisi Tabuik sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Wamenbud Giring Ganesha sampaikan langsung saat puncak Tabuik 2026.

Oleh Dipsi Ay
Diterbitkan
Warga menggiring Tabuik ke laut saat puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik 2026 di Pantai Gandoriah, Pariaman

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meminta Pemerintah Kota Pariaman dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menyiapkan usulan tradisi Tabuik sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha saat menghadiri puncak Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 di Pantai Gandoriah, Pariaman, Minggu (28/6/2026).

"Pendaftarannya memang melalui Kementerian Kebudayaan, namun kita harus banyak menyusun kajiannya," ujar Wamenbud Giring Ganesha di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara.

Tradisi Tabuik merupakan upacara tahunan masyarakat Pariaman yang digelar setiap bulan Muharram. Tabuik berbentuk struktur mirip gunungan dengan berbagai ornamen dan sayap, yang dibuat secara gotong royong oleh dua kelompok nagari—Nagari Pasa dan Subarang—sebelum diarak dan akhirnya dibuang ke laut dalam prosesi yang disebut "menghoyak".

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyambut positif permintaan Kemenbud tersebut. "Kami siap mempersiapkan apa dan bagaimananya agar Tabuik masuk UNESCO," tegasnya.

Advertisement

Puncak Pesona Budaya Tabuik Piaman tahun 2026 disebut sebagai yang paling meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ribuan wisatawan hadir menyaksikan prosesi, dan acara dimeriahkan oleh penampilan grup band Nidji yang membawakan lagu-lagu hits mereka.

Tabuik telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenpar 2026. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan ini juga berdampak besar pada perekonomian masyarakat Pariaman, terutama sektor UMKM dan pariwisata.

Wamenbud Giring juga menyampaikan bahwa tahun 2026 tempe akan disahkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia, dan berharap Tabuik dapat menyusul dalam waktu dekat.

Tentang Penulis