Pemerintah Kota Padang menyiapkan Pasar Tanah Kongsi sebagai destinasi wisata gastronomi unggulan yang terhubung dengan kawasan cagar budaya Kota Tua Padang. Upaya itu dibangun melalui penataan pasar berstandar SNI sekaligus penguatan identitas kuliner khas yang tumbuh dari akulturasi empat budaya.
Kepala UPTD Pasar Tanah Kongsi Dinas Perdagangan Kota Padang, Masrizal Raba'is, menyebut pasar ini memiliki kekuatan khas yang tidak banyak dimiliki pasar lain, yakni keragaman kuliner dari komunitas Minang, Tionghoa, India, dan Nias. Keragaman itu dinilai menjadi modal penting untuk mendorong pasar tradisional naik kelas sebagai tujuan wisata kuliner.
“Pasar Tanah Kongsi merupakan pasar yang mempunyai kuliner yang berbagai macam dan spesifik yang tidak ditemui di pasar yang lain,” kata Masrizal Raba'is.
Menurut dia, penataan pasar kini mengacu pada SNI 8152:2015 tentang Pasar Rakyat. Standar tersebut mengatur aspek kebersihan, keamanan, dan zonasi, sehingga pengembangan pasar tidak hanya berorientasi pada tampilan, tetapi juga pada kualitas layanan dan kenyamanan pengunjung.
Pemko Padang telah merintis proses itu sejak 2024 dan sertifikat SNI diserahkan pada 2025. Langkah berikutnya adalah memperkuat promosi dan konektivitas Pasar Tanah Kongsi dengan sektor pariwisata, terutama karena letaknya menyatu dengan kawasan Kota Tua Padang.
Dengan penguatan standar dan identitas kuliner lokal, Pasar Tanah Kongsi diproyeksikan bukan sekadar pusat transaksi warga, tetapi juga ruang wisata gastronomi yang mampu menarik lebih banyak pengunjung ke jantung kota lama Padang.
Sumber: Diskominfo Kota Padang.
Topik Terkait
Tentang Penulis