Minggu, 19 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Pemko Padang dan Unes Teken Sinergi KKN-PPM 2026, Mahasiswa Dituntut Bawa Solusi Nyata

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pembekalan ratusan mahasiswa KKN-PPM Universitas Ekasakti (Unes) Tahun 2026 di Auditorium Unes, Sabtu (18/7/2026).

Oleh Jemi Setiawan
Diterbitkan
Pemko Padang dan Unes Teken Sinergi KKN-PPM 2026, Mahasiswa Dituntut Bawa Solusi Nyata
Foto: Pemko Padang

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendorong ratusan mahasiswa Universitas Ekasakti (Unes) mengubah program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) 2026 menjadi wadah solusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan administratif kampus.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pemateri utama dalam acara Pembekalan Mahasiswa KKN-PPM Unes Tahun 2026 di Auditorium Unes, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dan dihadiri Rektor Unes Prof. Sufyarma Marsidin serta Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Barat.

"Mahasiswa punya peran strategis sebagai agen perubahan dalam memajukan daerah," kata Maigus. Ia menekankan agar mahasiswa turun ke nagari dan kelurahan dengan pendekatan yang menyentuh akar permasalahan warga, bukan sekadar menyelesaikan laporan.

Menurut Maigus, sinergi antara Pemerintah Kota Padang dan perguruan tinggi menjadi kunci mempercepat pembangunan dari bawah. Mahasiswa KKN, ujarnya, dapat memetakan potensi lokal sekaligus merancang intervensi yang berkelanjutan, termasuk pada isu stunting, ekonomi keluarga, dan literasi digital.

Rektor Unes Prof. Sufyarma Marsidin menambahkan bahwa KKN-PPM dirancang untuk membangun kemitraan antara kampus dan pemda agar dampak pengabdian terukur hingga ke tingkat masyarakat. Ia berharap mahasiswa membawa metode pembelajaran yang langsung diterapkan di lapangan.

Kegiatan pembekalan tersebut merupakan bagian dari upaya pemda memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi di Sumatera Barat. Tahun ini, Unes menempatkan mahasiswanya di sejumlah lokus di Kota Padang dan daerah lain untuk menjalankan program pemberdayaan berbasis data.

Pemko Padang menilai keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat dapat memperpendek jarak antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil warga, sekaligus menjadi ruang latihan kepemimpinan bagi generasi muda Sumbar.

Tentang Penulis