Minggu, 12 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Semifinal Piala Dunia 2026: Amnesti Kartu Kuning FIFA Buat Bintang Main Bebas

FIFA menerapkan amnesti kartu kuning kedua pascaperempat final Piala Dunia 2026. Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina tampil di semifinal tanpa risiko skorsing akumulasi kartu kuning.

Oleh Claudia Lestari
Diterbitkan
Semifinal Piala Dunia 2026: Amnesti Kartu Kuning FIFA Buat Bintang Main Bebas
Foto: CNN Indonesia

Empat raksasa yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 — Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina — tampil di babak empat besar dengan catatan bersih setelah FIFA menerapkan amnesti kartu kuning kedua pascaperempat final. Aturan baru itu membuat tak ada bintang yang bisa terkena skorsing akibat akumulasi kartu kuning di partai semifinal maupun final.

FIFA Council mengonfirmasi amendemen Regulasi Piala Dunia 2026 yang menghapus kartu kuning tunggal dua kali: usai babak grup, dan kembali usai perempat final. Langkah ini merupakan respons atas format baru 48 tim yang menambah satu putaran knock-out, yakni babak 32 besar. "Mencerminkan format yang diperluas dengan tambahan satu putaran knock-out, FIFA Council mengonfirmasi amendemen di mana kartu kuning tunggal di putaran final akan dibatalkan setelah babak grup dan kembali setelah perempat final," demikian pernyataan FIFA.

Dampaknya langsung terasa bagi keempat semifinalis. Daftar pemain yang sebelumnya berstatus "awas" akibat satu kartu kuning — seperti Jude Bellingham, Declan Rice, dan Marc Guehi (Inggris), Michael Olise (Prancis), Ferran Torres (Spanyol), hingga Gonzalo Montiel (Argentina) — kini kembali ke nol. Mereka bebas menekan lawan di semifinal tanpa risiko absen di final, kecuali terkena kartu merah langsung.

Advertisement

Prancis lebih dulu menjajal Spanyol di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Rabu (15/7) pukul 02.00 WIB. Laga kedua mempertemukan Inggris vs Argentina di Atlanta, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB. Kedua pemenang melaju ke final yang digelar 19 Juli.

Bagi para pelatih, amnesti ganda mengubah kalkulasi disiplin. Wasit tak lagi menjadi ancaman terselubung bagi pemain kunci di dua laga paling menentukan, sehingga final berpeluang menampilkan skuad terbaik dari masing-masing finalis. Namun FIFA menegaskan amnesti tidak berlaku bagi kartu merah langsung — pelanggaran keras tetap berujung skorsing otomatis.

Perubahan ini sebenarnya dipublikasikan FIFA pada April 2026, namun baru berdampak penuh setelah tirai perempat final ditutup. Dengan dua semifinal tersisa, format anyar ini memastikan penonton menyaksikan bintang-bintang besar di atas lapangan hingga peluit akhir di final.

Tentang Penulis