Asosiasi Fotografi Indonesia (AFI) Wilayah Sumatera Barat menyatakan siap ikut mempromosikan Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 ke level nasional dan internasional. Komitmen itu mengemuka saat pengurus AFI Sumbar bertemu Wali Kota Pariaman Yota Balad di Panggung Utama event Bandagala, Muaro Pantai Gandoriah, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Yota Balad, kehadiran AFI bisa memberi dampak nyata bagi promosi pariwisata Kota Pariaman, terutama lewat karya visual yang lebih kuat dan terarah. Ia berharap momentum event budaya besar seperti Hoyak Tabuik tidak hanya ramai di lokasi, tetapi juga punya daya jangkau lebih luas di ruang digital dan promosi wisata.
“Kita meminta kepada seluruh jajaran pengurus AFI agar ikut aktif mempromosikan potensi pariwisata Kota Pariaman ke kancah nasional maupun internasional,” kata Yota Balad, dikutip dari laman resmi Pemko Pariaman.
Dalam pertemuan itu, AFI Sumbar juga menyerahkan mandat kepengurusan serta Majalah Mata sebagai media visual yang merangkum berbagai event seni, budaya, dan pariwisata. Ketua Umum AFI Andi Kusnadi, didampingi fotografer nasional Arbain Rambey, menyebut sinergi dengan pemerintah daerah penting untuk mempercepat promosi daerah berbasis kekuatan visual.
AFI Sumbar menyatakan ingin membawa kemegahan tradisi Tabuik ke publik yang lebih luas melalui foto-foto yang bercerita. Angle ini dinilai relevan karena Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 sedang menjadi salah satu agenda budaya terbesar Pariaman dan telah masuk dalam 125 Karisma Event Nusantara 2026.
Dukungan komunitas fotografi itu bisa memberi nilai tambah bagi promosi event, bukan hanya dari sisi dokumentasi, tetapi juga untuk memperkuat citra Pariaman sebagai destinasi wisata budaya. Di tengah persaingan promosi daerah, visual yang kuat semakin penting untuk menarik perhatian wisatawan dan memperpanjang gaung acara setelah event selesai.
Puncak Hoyak Tabuik Piaman 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Minggu (28/6/2026). Dengan keterlibatan AFI Sumbar, Pemko Pariaman berharap promosi budaya lokal tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi ikut membuka peluang promosi berkelanjutan bagi wisata dan ekonomi kreatif daerah.
Sumber: Kominfo Kota Pariaman; Kominfo Kota Pariaman/Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman.
Topik Terkait
Tentang Penulis