Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyiapkan anggaran Rp34,69 miliar untuk memperbaiki 20 jembatan rusak akibat bencana hidrometeorologi. Perbaikan ditargetkan memulihkan konektivitas antarnagari yang terputus saat musim hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum setempat menyebut, sebagian jembatan mengalami kerusakan struktur akibat derasnya aliran sungai dan longsor tebing. Beberapa di antaranya sempat tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat.
"Akses jembatan adalah nyawa perekonomian nagari. Kami kebut perbaikan sebelum puncak musim hujan berikutnya," ujar pejabat PU Agam.
Pemkab Agam memprioritaskan jembatan yang melayani jalur utama menuju pasar dan layanan publik. Pendekatan rawat jembatan juga disiapkan agar kerusakan kecil tertangani lebih awal tanpa menunggu rusak parah.
Pengamat infrastruktur daerah menilai, alokasi puluhan miliar menunjukkan komitmen pemulihan pascabencana. Namun ia mengingatkan, pembangunan jembatan harus mempertimbangkan daya dukung alam agar tidak kembali hanyut di banjir bandang.
Agam termasuk daerah rawan bencana di Sumbar dengan topografi perbukitan. Konektivitas yang andal diharapkan mempercepat distribusi bantuan dan mengurangi isolasi warga di lereng bukit Ranah Minang.
Topik Terkait
Tentang Penulis