Selasa, 07 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Belgia Gilas Amerika Serikat 4-1, Tuan Rumah Terakhir Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Charles De Ketelaere mencetak dua gol saat Belgia menghancurkan Amerika Serikat 4-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tuan rumah terakhir tersingkir, Belgia lolos ke perempat final hadapi Spanyol.

Oleh Jemi Setiawan
Diterbitkan
Charles De Ketelaere merayakan gol pembuka Belgia ke gawang AS di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Seattle, 6 Juli 2026
Foto: AP/Maddy Grassy

Belgia memastikan tidak ada satu pun tuan rumah tersisa di Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Amerika Serikat 4-1 dalam laga babak 16 besar di Seattle Stadium, Senin (6/7/2026) waktu setempat. Charles De Ketelaere tampil sebagai bintang dengan dua gol dan satu assist, mengantar Setan Merah ke perempat final untuk menghadapi Spanyol.

Gol pembuka datang cepat pada menit ke-9. Umpan silang Leandro Trossard menciptakan kekacauan di lini belakang AS, bola jatuh ke kaki Nicolas Raskin yang langsung menyodorkan kepada De Ketelaere. Striker berusia 25 tahun itu tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang Matt Freese.

AS sempat memberi harapan lewat gol penyama kedudukan pada menit ke-31. Tendangan bebas Malik Tillman mengenai pagar hidup dan berbelok arah, mengecoh Thibaut Courtois yang sudah bergerak ke sisi berlawanan.

Namun keunggulan AS hanya bertahan 116 detik. Trossard kembali mengirim umpan dari sisi kiri, dan De Ketelaere menyundul bola untuk membawa Belgia unggul 2-1 hingga turun minum.

Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-57. Kiper Matt Freese keluar dari sarangnya untuk mengantisipasi bola lambung, namun salah perhitungan. De Ketelaere mencuri bola dan mengirim umpan kepada Hans Vanaken yang melepaskan tembakan jarak jauh ke gawang kosong. Upaya Tim Ream memblok bola tidak membuahkan hasil.

Romelu Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti menutup pesta Belgia pada masa injury time. Memanfaatkan bola sapuan tidak sempurna dari lini belakang AS, striker gaek itu melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau Freese.

"Ini adalah malam yang sulit sejak awal. Kami ucapkan selamat kepada Belgia, mereka lebih baik dari kami. Ini bukan hari kami," ujar pelatih AS Mauricio Pochettino seusai pertandingan.

Advertisement

Kekalahan ini melengkapi tragedi tuan rumah di Piala Dunia 2026. Kanada dan Meksiko sudah lebih dulu angkat koper di babak 16 besar. AS yang menjadi harapan terakhir justru tumbang dengan cara paling telak.

Laga ini juga diwarnai kontroversi sebelum kick-off. FIFA meringankan hukuman kartu merah striker AS Folarin Balogun—yang sebelumnya diganjar larangan satu pertandingan—menjadi skorsing setahun yang ditangguhkan plus denda 40 ribu dolar AS. Keputusan itu diambil setelah Presiden Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau ulang kartu merah tersebut.

Federasi Sepak Bola Belgia mengajukan banding, namun ditolak FIFA. Para suporter Belgia bahkan meneriakkan "FIFA Mafia" saat pawai menuju stadion.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua yang bangun tengah malam untuk mendukung kami. Mereka seharusnya bangga. Kami tunjukkan bahwa Belgia adalah negara sepak bola yang hebat," kata pelatih Belgia Rudi Garcia.

Kemenangan ini membawa Belgia ke perempat final di Los Angeles Stadium pada 10 Juli 2026 melawan Spanyol, yang sebelumnya menyingkirkan Portugal. Romelu Lukaku kini telah mencetak gol dalam tiga pertandingan Piala Dunia berturut-turut untuk pertama kali dalam kariernya.

Bagi AS, kekalahan ini mengulangi memori pahit 2014 ketika mereka juga disingkirkan Belgia di babak 16 besar lewat extra time. Bedanya, kali ini tidak ada penyelamatan heroik ala Tim Howard—hanya dominasi total dari generasi emas Belgia yang belum habis.

Tentang Penulis