Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meresmikan fasilitas High Frequency (HF) Radar Array di Pantai Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Jumat (3/7/2026). Fasilitas ini disiapkan untuk memperkuat pemantauan laut dan sistem peringatan dini bagi masyarakat pesisir Sumatera Barat.
Peresmian dilakukan Kepala BMKG Pusat Prof. Teuku Faisal Fathani bersama Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi. Momentum tersebut bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi ke-24 Kota Pariaman.
BMKG menyebut pemasangan HF Radar menjadi bagian dari penguatan informasi cepat di bidang kemaritiman. Teknologi ini dipakai untuk memantau dinamika laut secara lebih luas, termasuk arus permukaan dan kondisi gelombang yang penting bagi keselamatan nelayan, masyarakat pesisir, serta operasi pencarian dan penyelamatan.
Prof. Teuku Faisal Fathani menjelaskan, Sumatera Barat kini memiliki tiga radar strategis. Pertama, C-band radar untuk penerbangan di Bandara Minangkabau. Kedua, radar maritim di Teluk Bayur dengan cakupan sekitar pelabuhan. Ketiga, HF Radar yang memiliki jangkauan hingga 150 kilometer dan dipasang di dua lokasi.
“Untuk radar ketiga adalah HF radar dengan jangkauan sampai 150 kilometer yang dipasang di dua lokasi ini,” kata Teuku Faisal, dikutip dari laman resmi Pemko Pariaman.
HF Radar bekerja dengan memancarkan gelombang radio ke arah laut, lalu membaca pantulan gelombang untuk menghitung pergerakan arus dan target di laut. Data tersebut dianalisis melalui pergeseran frekuensi atau Doppler shift, sehingga dapat membantu pemetaan kondisi laut secara lebih cepat.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menilai kehadiran radar ini menjadi lompatan teknologi untuk memperkuat perlindungan masyarakat pesisir barat Sumatra. Menurut dia, alat tersebut mampu mendeteksi dinamika laut secara real-time, memetakan arah dan kecepatan arus permukaan, serta memantau tinggi gelombang di laut lepas.
“Selain meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir dan para nelayan, keberadaan radar ini juga dirancang untuk mendukung optimalisasi data operasional pencarian dan penyelamatan (SAR) jika terjadi kecelakaan laut,” ujar Yota.
Kehadiran HF Radar Array di Pariaman juga memberi nilai strategis bagi daerah yang memiliki aktivitas wisata pantai dan perikanan. Dengan dukungan data pemantauan laut yang lebih presisi, pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan bisa mempercepat respons saat terjadi cuaca ekstrem, kecelakaan laut, atau potensi bencana di kawasan pesisir.
Pemko Pariaman menyatakan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah, sekaligus meningkatkan rasa aman bagi warga dan wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir Kota Pariaman.
Sumber: Pemerintah Kota Pariaman / Kominfo Kota Pariaman.
Topik Terkait
Tentang Penulis