Kamis, 30 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Empat Penyandang Disabilitas Netra Ikuti UTBK di UNP Demi Kejar Masa Depan

Empat peserta penyandang disabilitas netra mengikuti UTBK di Universitas Negeri Padang (UNP) pada 23 April 2026, berjuang meraih kursi PTN via SNBT 2026. Dari empat netra, satu alumni SMA asal Bukittinggi dan satu lagi lulusan SMKN Padang.

Oleh Claudia Lestari
Diterbitkan
Empat Penyandang Disabilitas Netra Ikuti UTBK di UNP Demi Kejar Masa Depan
Foto: Humas UNP

Empat Penyandang Disabilitas Netra Ikuti UTBK di UNP, Ini Kisah Perjuangan Mereka

Empat peserta penyandang disabilitas netra mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Padang (UNP), Air Tawar, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (23/4/2026). Mereka berjuang memperoleh kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit melalui Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026.

Keempat peserta tersebut bernama Aldi Sulaiman, Genta Maulana, Rayhan Hidayat, dan Faizadil Isti Rahma. Dari jumlah itu, empat di antaranya adalah disabilitas netra dan tiga lainnya disabilitas rungu (tuli). Total keseluruhan peserta berkebutuhan khusus yang difasilitasi UNP tahun ini mencapai tujuh orang.

Rayhan Hidayat, peserta asal Bukittinggi, kehilangan penglihatannya akibat glaukoma saat duduk di bangku kelas 2 SMA. Ia sempat mengurung diri di kamar hampir selama setahun, namun didorong oleh keluarga untuk bangkit kembali. Rayhan mengaku datang ke UTBK didampingi kakak iparnya menggunakan atribut ojek daring.

"Menjadi disabilitas bukan penghalang untuk memperoleh pendidikan tinggi dan menggapai cita-cita," ujar Rayhan Hidayat.

Aldi Sulaiman, lulusan SMKN 7 Padang, hidup dengan keterbatasan penglihatan sejak lahir — hanya mampu menangkap bayangan cahaya. Ia belajar dengan huruf Braille dan terus beradaptasi. Aldi mengaku mendapat pendampingan dari panitia, termasuk dihubungi langsung dan difasilitasi mengikuti latihan sebelum hari pelaksanaan ujian.

"Saya memilih kuliah untuk kehidupan yang lebih baik," ujar Aldi.

UNP menyiapkan ruang khusus dan perangkat bantu berupa software pembaca layar, aplikasi khusus, serta headset bagi peserta disabilitas netra. Durasi ujian disesuaikan selama 195 menit dengan penjadwalan khusus sesuai kebutuhan masing-masing peserta.

"Kami menyediakan ruangan khusus dan fasilitas pendukung agar mereka dapat berkonsentrasi penuh," kata pihak UNP.

UNP menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Barat yang menyediakan fasilitas UTBK bagi peserta disabilitas tahun ini. Komitmen inklusivitas ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 10 (Reduced Inequalities).

Keberhasilan empat peserta netra ini menunjukkan bahwa perjuangan menempuh pendidikan tinggi tidak mengenal keterbatasan. Dengan fasilitas memadai dan tekad kuat, akses pendidikan bagi penyandang disabilitas di Sumatera Barat terus terbuka lebar.

Tentang Penulis