Universitas Andalas (Unand) kembali membuka jalur Seleksi Masuk Mandiri (SIMA) khusus bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas berprestasi. Kebijakan tersebut menegaskan komitmen perguruan tinggi negeri tertua di luar Jawa itu untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif.
Seleksi berupa tes tertulis dan wawancara digelar di Ruang Rapat Bidang I Kampus Unand Limau Manis, Padang, Senin (20/7/2026). Jalur khusus ini dibuka kembali setelah pada 2025 sempat dihentikan untuk keperluan evaluasi sistem penerimaan.
Ketua Unit Layanan Disabilitas dan Konseling (ULDK) Unand, Rika Handayani, menyebutkan seleksi tahun ini diikuti calon mahasiswa yang memilih sejumlah program studi, di antaranya Ilmu Sejarah, Ilmu Hukum, Ilmu Biologi, dan Sastra Minangkabau. Menurutnya, tes tertulis dan wawancara disusun untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masing-masing peserta.
Pembukaan jalur ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin kesetaraan akses pendidikan tinggi bagi seluruh warga negara. Proses seleksi mempertimbangkan ragam kebutuhan peserta, seperti low vision, tuna daksa, dan tuna rungu, serta melibatkan orang tua atau pendamping untuk merancang dukungan selama perkuliahan.
Kebijakan terbaru menekankan pendampingan penuh melalui ULDK dengan dukungan tenaga medis dan psikolog pendidikan. Evaluasi periode sebelumnya menghasilkan mekanisme yang lebih adaptif, yang bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas sekaligus menciptakan lingkungan kampus yang ramah dan inklusif.
Tentang Penulis