Senin, 29 Juni 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Festival Maantaan Sambareh Digelar di Pariaman, Tradisi Perekat Keluarga Piaman Diangkat Lagi

Pemko Pariaman menggelar Festival Maantaan Sambareh 2026 di Muaro Pantai Gandoriah untuk menghidupkan lagi tradisi hantaran sambareh sebagai simbol silaturahmi dan nilai keluarga dalam budaya Piaman.

Oleh Dipsi Ay
Diterbitkan
Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka Festival Maantaan Sambareh di Muaro Pantai Gandoriah, 26 Juni 2026.

Pemko Pariaman menggelar Festival Maantaan Sambareh tingkat Kota Pariaman 2026 di Muaro Pantai Gandoriah, Jumat (26/6/2026), sebagai upaya mengangkat kembali tradisi khas Piaman di tengah arus modernisasi. Festival ini dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad dan menjadi bagian dari Ekraf Fest Bandagala, sub-event Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026.

Dalam sambutannya, Yota menegaskan sambareh bukan sekadar kuliner tradisional. Menurut dia, tradisi maantaan sambareh menyimpan pesan penting tentang silaturahmi, rasa hormat, dan kepatuhan dalam keluarga.

“Bagi masyarakat Piaman, Sambareh bukan sekadar kuliner tradisional saja, lebih dari itu, Sambareh adalah simbol perekat sosial. Tradisi Maantan Sambareh, di mana menantu mengantarkan sambareh ke rumah mertua, mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga hubungan silaturahmi, rasa hormat, dan nilai kepatuhan dalam keluarga,” ujar Yota Balad.

Ia juga menekankan generasi muda perlu mengenal cara membuat sambareh sekaligus memahami makna budaya di balik hantaran tersebut. Menurutnya, tradisi itu perlu terus dipelihara agar tidak hilang di tengah perubahan zaman.

Arak-arakan festival dimulai dari Gerbang Hotel Nan Tongga menuju parkiran Muaro Pantai Gandoriah dan berakhir di depan Galeri Dekranasda Kota Pariaman. Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gandang tambua oleh Wali Kota bersama unsur Forkopimda, lalu ditutup dengan menikmati sambareh yang dibawa para peserta.

Advertisement

Peserta festival melibatkan Bundo Kanduang kecamatan serta pelajar SMA/SMK se-Kota Pariaman. Sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Sekda Afrizal Azhar, unsur Forkopimda, LKAAM, dan Bundo Kanduang juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Yota menyebut kegiatan budaya seperti ini bukan hanya penting untuk pelestarian tradisi, tetapi juga membuka ruang bagi penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya. Hal itu sejalan dengan rangkaian Ekraf Fest Bandagala 2026 yang sejak 25 Juni digelar sebagai panggung promosi seni, kuliner, dan kreativitas lokal di kawasan Pantai Gandoriah.

“Generasi muda harus tahu cara membuat sambareh, harus paham makna di balik hantaran sambareh, dan harus mengerti nilai-nilai gotong royong yang terkandung di dalamnya,” kata Yota.

Pemko Pariaman menempatkan Festival Maantaan Sambareh sebagai momentum untuk memperkuat identitas budaya Piaman sekaligus menjaga tradisi tetap relevan bagi generasi sekarang.

Sumber: Pemko Pariaman, Kominfo Kota Pariaman (https://pariamankota.go.id/berita/lestarikan-budaya-lokal-pemko-pariaman-gelar-festival-maantaan-sambareh); konteks rangkaian acara dari Ekraf Fest Bandagala 2026 (https://pariamankota.go.id/berita/yota-balad-buka-ekraf-fest-bandagala2026).

Tentang Penulis