Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (1/7) malam memicu longsor susulan di kawasan Kelok 44, tepatnya di Kelok 10, Kecamatan Tanjung Raya. Akibatnya, badan jalan di jalur penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi itu hanya tersisa sekitar dua meter dan rawan dilalui kendaraan.
Kepala BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menyatakan bahwa longsor terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan perbukitan Tanjung Raya. Material tanah dan bebatuan dari tebing setinggi puluhan meter kembali runtuh menutupi sebagian badan jalan.
"Jalan masih bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat, namun perlu memperhatikan kondisi muatan dan besarnya kendaraan," ujar Rahmat Lasmono kepada ANTARA, Kamis (2/7).
Longsor susulan ini menambah panjang daftar titik rawan di Kelok 44, kawasan yang dikenal sebagai jalur menuju objek wisata Danau Maninjau. Sejak bencana hidrometeorologi November 2025 lalu, kawasan ini memang masih menyisakan sejumlah titik tebing longsor dan jalan terban yang belum sepenuhnya pulih.
Kapolsek Tanjung Raya, Iptu Loren Efendi, mengatakan bahwa personel Polsek bersama pemuda Pasar Maninjau telah dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas di lokasi.
"Di lokasi juga ada pemuda Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya yang mengatur arus lalu lintas dan jalan dilakukan buka tutup," kata Iptu Loren Efendi.
Saat ini petugas telah memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi longsor. BPBD Agam juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Agam serta UPTD Jalan Wilayah III Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar untuk penanganan lebih lanjut.
Pengendara yang melintas diimbau untuk mengurangi kecepatan dan waspada, terutama saat hujan turun, karena kondisi tanah di lokasi masih labil. Pemerintah daerah mendesak perlunya pembatasan muatan tonase kendaraan serta pembuatan tebing penahan tanah untuk mencegah longsor susulan di kemudian hari.
Topik Terkait
Tentang Penulis