Seorang karyawan pabrik pengolahan kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, meninggal dunia setelah diduga tergulung mesin conveyor, Jumat (24/7/2026). Kepolisian setempat menghentikan sementara operasional pabrik untuk memudahkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan.
Korban, warga Nagari Pulau Mainan, Dharmasraya, mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Peristiwa itu sontak menggegerkan para pekerja yang sedang beraktivitas di lingkungan pabrik crude palm oil (CPO) tersebut.
Menurut keterangan yang dihimpun dari sejumlah sumber, korban sebelumnya sempat berteriak minta tolong sebelum terseret dan tergulung oleh mesin pengangkut. Rekan-rekan kerjanya yang berada di dekat lokasi kemudian mendekat, namun nyawa korban tidak tertolong.
Polres Dharmasraya menyatakan telah menyelidiki meninggalnya karyawan perusahaan tersebut. Penyebab pasti kecelakaan kerja itu masih belum diketahui dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Penghentian sementara aktivitas pengolahan sawit dilakukan guna memberi ruang bagi aparat kepolisian melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan saksi.
Kasus ini menambah daftar kecelakaan kerja di sektor perkebunan sawit di Sumbar yang kerap menyeret isu keselamatan operasional mesin pengolahan. Hingga berita ini diturunkan, polisi belum merilis identitas lengkap korban maupun status hukum pihak perusahaan.
Topik Terkait
Tentang Penulis