Argentina menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan sempurna setelah mengalahkan Yordania 3-1 di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Minggu (28/6/2026). Lionel Messi, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, mengunci kemenangan lewat gol tendangan bebas pada menit ke-80 sekaligus memecahkan rekor baru sepanjang sejarah Piala Dunia.
Dengan hasil ini, Argentina mengoleksi sembilan poin dari tiga laga tanpa sekali pun kalah, menjadi juara Grup J. Mereka akan menghadapi Tanjung Verde di babak 32 besar.
Jalannya Pertandingan
Argentina langsung tampil menekan sejak menit awal. Giovani Lo Celso membuka keunggulan pada menit ke-19 lewat tendangan bebas melengkung yang masuk ke pojok kanan gawang — gol tendangan bebas langsung pertama dari pemain Argentina di abad ke-21 selain Messi.
Keunggulan berlipat di menit ke-31 setelah wasit Istvan Kovacs mengganjar penalti menyusul pelanggaran kiper Yordania Ehsan Haddad terhadap Julian Alvarez. Lautaro Martinez yang mengeksekusi, sekaligus mencetak gol perdananya di ajang Piala Dunia.
Babak kedua sempat memberi kejutan. Mousa Al-Taamari, yang baru masuk sebagai pengganti, memperhalus keadaan menjadi 2-1 di menit ke-55 — gol pertama yang bersarang ke gawang Argentina sepanjang Piala Dunia 2026.
Pelatih Lionel Scaloni lalu memasukkan Messi pada menit ke-60. Sang kapten butuh 20 menit untuk bereaksi: tendangan bebas indah di menit ke-80 menutup laga dengan skor 3-1.
Messi Torehkan Rekor Bersejarah
Gol ke-80 itu bukan sekadar gol biasa. Messi kini memimpin daftar top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan enam gol, sekaligus menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak gol di tujuh pertandingan beruntun Piala Dunia.
Rekor tersebut melampaui catatan Just Fontaine (Prancis, 1958) dan Jairzinho (Brasil, 1970) yang masing-masing mencetak gol di enam laga beruntun. Messi mencatatnya di usia 39 tahun.
"Kami senang dengan performa tim secara keseluruhan. Sekarang fokus ke babak berikutnya," ujar Scaloni usai pertandingan.
Adapun Yordania mengakhiri debut perdana mereka di Piala Dunia tanpa satu poin pun. Meski gugur, penampilan Al-Taamari dan kawan-kawan meninggalkan kesan positif di turnamen 48 tim pertama dalam sejarah FIFA ini.
Topik Terkait
Tentang Penulis