Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, merevitalisasi 48 sekolah yang terdampak bencana dengan total dana Rp25,3 miliar. Perbaikan ditargetkan memastikan siswa kembali belajar di fasilitas yang aman dan layak.
Bupati Padang Pariaman menyatakan, pemulihan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas agar aktivitas belajar tidak terganggu berkepanjangan. Sekolah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi mendapat penanganan cepat.
"Anak-anak berhak dapat ruang belajar yang layak. Kami kebut revitalisasi sebelum tahun ajaran penuh," ujar Bupati.
Dinas Pendidikan setempat mencatat, pengerjaan mencakup perbaikan atap, struktur, dan fasilitas penunjang. Sebagian sekolah juga dibekali sistem drainase lebih baik agar tidak mudah terendam saat hujan deras.
Pengamat pendidikan daerah menilai, alokasi Rp25,3 miliar menunjukkan komitmen pemulihan pascabencana yang berpihak pada siswa. Namun ia mengingatkan, kualitas konstruksi harus diawasi ketat agar tidak kembali rusak dalam waktu singkat.
Padang Pariaman yang rawan banjir dan longsor membutuhkan standar bangunan tahan bencana. Revitalisasi 48 sekolah ini diharapkan menjadi fondasi ketahanan pendidikan di wilayah pesisir Ranah Minang.
Topik Terkait
Tentang Penulis