Kamis, 23 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Pemkab Pasaman Barat Bentuk Tiga Brigade Pangan, Genjot Produksi 85.588 Ton di 2026

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat membentuk tiga unit brigade pangan yang mengoperasikan alsintan modern untuk mendongkrak produksi pangan dan mendukung swasembada nasional.

Oleh Claudia Lestari
Diterbitkan
Pemkab Pasaman Barat Bentuk Tiga Brigade Pangan, Genjot Produksi 85.588 Ton di 2026
Foto: ANTARA/HO-DTPH Pasaman Barat

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, membentuk tiga unit brigade pangan sebagai langkah mendongkrak produksi pangan daerah melalui penggunaan teknologi dan alat mesin pertanian (alsintan) modern.

Tiga brigade yang dibentuk adalah Brigade Pangan Rapatul Milenial, Brigade Pangan Paski Jaya, dan Brigade Pangan Tuah Talamau. Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, menyatakan brigade pangan merupakan kelompok atau tim yang dirancang untuk mengoptimalkan lahan pertanian, terutama sawah.

"Tiga brigade pangan yang telah dibentuk adalah Brigade Pangan Rapatul Milenial, Brigade Pangan Paski Jaya dan Brigade Pangan Tuah Talamau," kata Afdal di Simpang Empat, Rabu (22/7/2026).

Brigade pangan memiliki sejumlah tugas pokok, antara lain mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian, mengoperasikan traktor, rice transplanter, hingga combine harvester. Kehadiran mereka juga ditujukan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Menurut Afdal, anggota brigade terdiri dari pemuda dan petani yang telah mendapat pelatihan khusus serta didukung peralatan pertanian modern. Ia berharap inisiatif ini menjadi wadah regenerasi petani sekaligus mendukung asta cita Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian.

"Kita berharap dengan adanya brigade pangan dapat memberikan sumbangsih baik berupa tenaga, pikiran dan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam mendukung asta cita Presiden Prabowo Subianto," ujar dia.

Pemkab menargetkan produksi pangan mencapai 85.588 ton sepanjang 2026. Daerah sentra padi di Pasaman Barat berada di Kecamatan Talamau, Kinali, Ranah Batahan, dan Gunung Tuleh. Penggunaan teknologi modern dinilai mampu menekan biaya operasional dan efisiensi waktu di tengah upaya mencapai target tersebut.

Tentang Penulis