Jumat, 26 Juni 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Pemko Padang Panen Jagung Pakan Ternak, Program Alih Komoditi Jangkau 132,2 Hektar

Pemerintah Kota Padang memanen jagung pakan ternak di KPIK, Koto Tangah, sebagai bagian dari program alih komoditi pascabanjir yang telah menjangkau 132,2 hektar lahan dan 45 kelompok tani.

Oleh Nayla
Diterbitkan
Pemko Padang Panen Jagung Pakan Ternak, Program Alih Komoditi Jangkau 132,2 Hektar

Pemerintah Kota Padang memanen jagung pipilan pakan ternak di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (25/6/2026). Panen ini menjadi bagian dari program alih komoditi yang dijalankan untuk memulihkan sektor pertanian setelah kerusakan irigasi akibat banjir besar pada November 2025.

Melalui program tersebut, lahan sawah yang belum bisa kembali optimal untuk padi diarahkan sementara ke komoditas hortikultura dan palawija. Pemko Padang menyebut skema itu menjadi solusi darurat agar lahan pertanian tidak telantar sambil menunggu pemulihan jaringan irigasi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Padang, Gusnita Sukmawati, menjelaskan program alih komoditi itu telah menjangkau 132,2 hektar lahan di enam kecamatan dan 16 kelurahan. Total 45 kelompok tani disebut ikut menerima manfaat.

Khusus untuk Kelompok Tani Surau Gadang di KPIK, lahan seluas 8 hektar dioptimalkan untuk jagung pakan ternak varietas Pioneer 32. Pemilihan jagung dinilai punya prospek ekonomi menjanjikan karena kebutuhan dari sektor peternakan unggas tetap tinggi dan tersedia pembeli siaga atau offtaker.

“Program alih komoditi ini mencakup total luas lahan 132,2 hektar yang tersebar di 6 kecamatan dan 16 kelurahan, dengan menyasar 45 kelompok tani penerima manfaat,” ujar Gusnita, dikutip dari laman resmi Pemko Padang.

Advertisement

Pemko Padang mengalokasikan anggaran Rp800 juta pada Desember 2025 dan Rp1,7 miliar pada 2026 untuk mendukung program ini. Bantuan yang diberikan mencakup benih dan pupuk bermutu tinggi bagi sembilan komoditas unggulan.

Sekretaris Dinas Pertanian Kota Padang Ansoriudin menegaskan jagung ditempatkan sebagai komoditas transisi. Menurut dia, ketika air irigasi telah pulih, petani diminta kembali menanam padi demi menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Kehadiran offtaker dalam skema ini dinilai penting karena memberi kepastian pasar sekaligus membantu petani memperoleh harga jual yang lebih adil. Pemerintah daerah juga membuka opsi pemanfaatan lahan tidur milik aset Pemko bagi petani yang ingin melanjutkan budidaya jagung karena dinilai menguntungkan.

Sumber: Pemerintah Kota Padang.

Tentang Penulis