PADANG — Mulai Sabtu, 6 Juni 2026, warga Kota Padang yang selama ini hanya bisa mengunjungi Perpustakaan Umum Daerah pada hari kerja kini punya pilihan baru. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang resmi membuka layanan setiap Sabtu pukul 08.00 hingga 13.00 WIB — sebuah kebijakan yang tampak sederhana, namun menyimpan urgensi yang cukup dalam.
Di balik pengumuman ini tersimpan potret yang kurang menggembirakan: Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Kota Padang baru menyentuh angka 60 poin, sementara target ideal nasional adalah 80 poin. Adapun Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) kota ini tercatat hanya 18,76 poin pada 2025 — angka yang jauh tertinggal dibandingkan capaian nasional maupun provinsi.
Untuk memahami urgensi langkah ini, penting membandingkan posisi Kota Padang dengan tolok ukur yang lebih luas. Secara nasional, Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) mencatat IPLM Indonesia pada 2024 telah mencapai 73,52 — melampaui target Renstra 2020–2024 sebesar 15,00 — dengan TGM nasional di angka 72,44, juga melampaui target 71,3. Sumatera Barat sendiri mencatat IPLM 77,31 pada 2023, menempatkannya di peringkat ke-4 tertinggi secara nasional. TGM Sumbar pun bertengger di angka 68,46, masuk delapan besar provinsi.
Di tengah tren positif provinsi dan nasional itulah angka Kota Padang menjadi tampak kontras. IPLM 18,76 poin menandakan bahwa pembangunan ekosistem literasi di tingkat kota — mulai dari pemerataan layanan, ketercukupan koleksi, hingga keterlibatan masyarakat — masih memerlukan dorongan yang jauh lebih besar.
Perlu dicatat, IPLM Kota Padang pernah meraih angka yang lebih tinggi. Pada 2022, IPLM kota ini tercatat 74,45 dengan kategori tinggi. Namun terjadi penurunan pada 2023 menjadi 72,49, dan data 2025 yang dilaporkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menunjukkan angka 18,76 — yang mencerminkan formula atau konteks pengukuran yang berubah, sekaligus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk bergerak lebih cepat.
Respons Dinas: Buka Sabtu, Ajak Penggiat Literasi
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal menambah jam buka, melainkan tentang mengubah cara perpustakaan berinteraksi dengan masyarakat.
"Kami tentu juga memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan. Selain membuka dan menambah jam layanan pada hari Sabtu, kami juga mengajak para penggiat literasi, khususnya pengelola taman baca masyarakat, untuk mengisi mini teater perpustakaan dengan berbagai kegiatan literasi."
— Heriza Syafani, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang
Strategi melibatkan komunitas taman baca masyarakat (TBM) dalam mengisi ruang mini teater perpustakaan merupakan pendekatan yang sejalan dengan tren nasional. Perpusnas sendiri mendorong program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sebagai salah satu kunci keberhasilan peningkatan literasi daerah.
Sinyal Positif: Anggota Melonjak Tiga Kali Lipat
Di tengah tantangan angka IPLM dan TGM yang masih rendah, ada kabar yang patut dicatat. Jumlah anggota Perpustakaan Daerah Kota Padang melonjak dari sekitar 4.000 orang pada 2025 menjadi 14.000 anggota hingga Juni 2026 — pertumbuhan lebih dari 250 persen hanya dalam kurang dari setahun. Angka ini mengindikasikan bahwa minat masyarakat terhadap perpustakaan sesungguhnya cukup besar dan hanya menunggu fasilitas serta kesempatan akses yang lebih luas.
Pertumbuhan anggota yang pesat ini juga sejalan dengan tren nasional yang terekam Perpusnas: survei TGM 2024 yang melibatkan lebih dari 174 ribu responden di 514 kabupaten/kota menunjukkan bahwa budaya membaca Indonesia terus mengalami tren positif sejak 2017.
Perpustakaan Akhir Pekan: Tren yang Meluas
Kebijakan Kota Padang ini sejalan dengan tren yang mulai menyebar di berbagai daerah Indonesia. Kota Payakumbuh — juga di Sumatera Barat — telah lebih dahulu membuka perpustakaan tujuh hari seminggu sejak awal 2025, bahkan dengan jam layanan Sabtu–Minggu pukul 09.00–14.00 WIB. Perpustakaan Kabupaten Purwakarta di Jawa Barat pun mempertahankan layanan Sabtu dan Minggu dan mencatat rata-rata 37.000 pengunjung per tahun. Di Jakarta, sejumlah perpustakaan umum bahkan memperpanjang layanan hingga pukul 22.00 WIB, tujuh hari dalam sepekan, sebagai bagian dari visi kota literasi menuju kota global.
Dalam konteks itu, langkah Kota Padang membuka layanan Sabtu merupakan titik awal yang penting, meski masih terbatas lima jam per pekan.
Bagian dari Strategi yang Lebih Besar
Layanan akhir pekan ini bukan berdiri sendiri. Sebelumnya, pada April–Mei 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang telah menggelar Festival Literasi 2026 selama sepuluh hari bekerja sama dengan Gramedia, bertempat di Gedung Youth Center. Festival itu secara eksplisit menargetkan kenaikan IPLM hingga 34 poin dan peningkatan akreditasi Perpustakaan Umum Kota Padang dari kategori C ke level yang lebih tinggi.
Seluruh rangkaian program ini, menurut Heriza, merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Unggulan Padang Juara dan pengembangan ekosistem Smart City yang tengah digulirkan Pemerintah Kota Padang.
Kuncinya kini ada di implementasi. Membuka pintu pada hari Sabtu adalah langkah yang benar — tetapi yang lebih menentukan adalah apa yang terjadi di dalam: apakah koleksinya relevan, apakah program literasinya menarik, dan apakah warga Padang akhirnya menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat singgah, melainkan rumah kedua untuk belajar.
Data Perbandingan Literasi
| Indikator | Kota Padang (2025) | Nasional (2024) | Sumbar (2023) |
|---|---|---|---|
| IPLM | 18,76 poin* | 73,52 | 77,31 (peringkat ke-4 nasional) |
| TGM | 60 poin | 72,44 | 68,46 (peringkat ke-8 nasional) |
| Target TGM Ideal | 80 poin | 80 poin | — |
*Catatan: Metode dan formula perhitungan IPLM dapat berbeda antar periode dan level pengukuran. IPLM Kota Padang pernah tercatat 74,45 (2022, kategori tinggi) sebelum mengalami penyesuaian pengukuran.
Sumber data pendukung:
- Perpustakaan Nasional RI, Kajian IPLM dan TGM Nasional 2024, Desember 2024
- Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Barat, data IPLM Sumbar 2022–2023 (via ANTARA Sumbar, September 2024)
- Padang.go.id, Perpustakaan Daerah Padang Buka Layanan Akhir Pekan, 6 Juni 2026
- Topsatu.com, Festival Literasi 2026 Kota Padang, April 2026
Ditulis ulang secara jurnalistik dengan data riset pendukung dari sumber-sumber terpercaya, 6 Juni 2026