Puncak peringatan 100 Tahun Jam Gadang digelar di Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (21/6/2026). Agenda penutup rangkaian perayaan ikon kota itu menonjolkan festival kuliner tradisional dan sarapan gratis untuk 20 ribu orang di kawasan Jam Gadang.
Rangkaian perayaan satu abad Jam Gadang berlangsung sejak awal Juni 2026 dan diposisikan sebagai momentum promosi budaya, sejarah, literasi, serta pariwisata Bukittinggi. Tema besar yang diangkat adalah “Jam Gadang, Detak Jantung Ibukota”.
Berdasarkan agenda yang dipublikasikan KotaBukittinggi.com, perayaan tersebut berlangsung pada 3–21 Juni 2026. Kegiatan dibagi dalam dua kelompok besar, yakni agenda literasi internasional pada 3–7 Juni dan agenda seni, budaya, sejarah, film, fotografi, kuliner, hingga diplomasi pada 7–21 Juni.
Puncak acara hari ini menjadi salah satu agenda yang paling dekat dengan masyarakat karena menghadirkan festival kuliner tradisional. Sarapan gratis untuk 20 ribu orang disiapkan sebagai bagian dari perayaan yang melibatkan warga dan wisatawan.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bukittinggi menyatakan rangkaian event 100 Tahun Jam Gadang disiapkan sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus promosi daerah. Dalam rapat koordinasi resmi Pemko Bukittinggi pada Maret 2026, Sekda Bukittinggi Rismal Hadi menyebut rangkaian kegiatan dirancang mulai dari Jam Gadang Cultural Night, seminar internasional, lomba fotografi, pameran foto, pekan cinema, lomba menulis dan baca puisi, hingga sarapan pagi gratis.
“Menurut rencana, rangkaian event ini akan dilaksanakan mulai 14 sampai 21 Juni 2026. Tentu nanti ada pre event yang juga akan dilaksanakan, terutama untuk promosi dan menggaungkan 100 tahun Jam Gadang,” kata Rismal dalam keterangan Pemko Bukittinggi.
Peringatan satu abad Jam Gadang juga dikaitkan dengan International Minangkabau Literacy Festival atau IMLF 2026. Kegiatan tersebut disebut menghadirkan delegasi internasional dan memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota wisata budaya dan literasi.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah sebelumnya meminta momentum 100 Tahun Jam Gadang dimanfaatkan untuk mengoptimalkan promosi wisata daerah. Ia menilai Jam Gadang bukan hanya ikon Bukittinggi, tetapi juga simbol sejarah dan identitas budaya Minangkabau.
Momentum puncak hari ini diperkirakan menarik kunjungan masyarakat ke pusat Kota Bukittinggi. Pengunjung yang datang ke kawasan Jam Gadang diimbau mengikuti pengaturan panitia dan menjaga kebersihan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Sumber: Pemko Bukittinggi, KotaBukittinggi.com, Langgam.id.
Topik Terkait
Tentang Penulis