Semifinal kedua Piala Dunia 2026 mempertemukan Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium pada Rabu (16/7) pukul 19.00 waktu setempat, atau Kamis (17/7) sekitar 06.00 WIB. Pemenang akan menghadapi Spanyol di final New York/New Jersey pada 19 Juli.
Argentina datang sebagai tim paling produktif di turnamen ini dengan 17 gol, hanya selisih satu dari rekor gol terbanyak mereka dalam satu edisi Piala Dunia yang dibukukan saat lari ke final 1930. Mengalahkan Inggris sekaligus menyamai rekor itu menjadi motivasi tambahan bagi juara bertahan yang ingin menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar sejak Brasil era 1960-an.
Lionel Scaloni berpeluang menjadi pelatih Argentina kedua yang membawa timnya ke dua final Piala Dunia. Harapan besar Albiceleste kembali bertumpu pada Lionel Messi, 39 tahun, yang masih menjadi jantung permainan tim. "Don't mind how we got here," ujar Scaloni menjelang laga, menekankan Argentina tak peduli dengan jalur yang dilalui asal bisa melangkah ke final.
Di sisi lain, Inggris datang dengan beban sejarah. The Three Lions pernah merasakan semifinal menyakitkan pada 1990 dan 2018, dan kini bertekad mengulang kejayaan 1966. Pertemuan kedua tim di Piala Dunia sudah terjadi setidaknya lima kali, dengan Inggris memenangi tiga di antaranya dan Argentina dua kali.
Wasit Amerika-Marooko Ismail Elfath ditunjuk memimpin laga. Elfath sudah memimpin empat pertandingan di Piala Dunia 2026, termasuk Belanda vs Jepang di fase grup.
Bagi Argentina, kemenangan atas Inggris bukan sekadar tiket final. Itu menjadi babak baru dalam rivalitas panjang dua negara yang terakhir kali bersua di panggung tertinggi empat dekade setelah aksi ikonik Diego Maradona di Meksiko 1986. Kali ini, giliran generasi Messi yang berusaha menulis ulang sejarah.
Topik Terkait
Tentang Penulis