Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru terus dikebut dengan progres akses Lubuk Alung mencapai 24 persen. Proyek strategis nasional (PSN) itu ditargetkan rampung secara fisik pada akhir 2026.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan tambahan alat berat untuk mengejar ketertinggalan konstruksi akibat medan bentang alam yang menantang. Sebagian ruas melintasi perbukitan dan membutuhkan penanganan teknis khusus.
"Tol ini bukan sekadar infrastruktur, tapi urat nadi ekonomi Sumatera. Kami kebut agar manfaat segera dirasakan," ujar pejabat pelaksana proyek.
Ruas Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin menjadi prioritas karena paling dekat melayani mobilitas warga dan logistik. Pengerjaan fisik di sejumlah seksi telah menyentuh tahap pengaspalan meski belum tersambung penuh.
Pengamat transportasi daerah menilai, tol Padang-Pekanbaru akan memangkas waktu tempuh secara drastis dan membuka konektivitas antarprovinsi. Namun ia mengingatkan, pengadaan lahan dan perlindungan kawasan hutan lindung harus tetap diperhatikan.
Keberadaan tol diharapkan memicu pertumbuhan pusat ekonomi baru di sepanjang koridor. Bagi Sumbar, akses lebih cepat ke Riau juga membuka peluang distribusi komoditas agribisnis Ranah Minang ke pasar yang lebih luas.
Topik Terkait
Tentang Penulis