Universitas Andalas (UNAND) mengukuhkan tujuh guru besar pada Sabtu (27/6/2026) di Gedung Convention Hall Kampus Limau Manis, Padang. Pengukuhan ini menambah jumlah profesor tetap UNAND menjadi 230 orang yang tersebar di 15 fakultas.
Rektor UNAND Efa Yonnedi mengatakan pengukuhan guru besar bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar untuk memperkuat ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Pengukuhan Guru Besar bukanlah akhir dari sebuah perjalanan akademik, melainkan awal dari amanah yang semakin besar," kata Efa Yonnedi, dikutip dari laman resmi UNAND.
Tujuh akademisi yang dikukuhkan masing-masing Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum.; Prof. Dr. Helmizar, S.K.M., M.Biomed.; Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.; Prof. Dr. dr. Rima Semiarty, M.A.R.S., F.I.S.P.H., F.I.S.C.M., Sp.K.K.L.P., Subsp.C.O.P.C.; Prof. Dr. Azrimaidaliza, S.K.M., M.K.M.; Prof. Masyhuri Hamidi, S.E., M.Si., Ph.D., CFP., CRP., QWP.; dan Prof. Ir. Mas Mera, M.T., Ph.D.
Menurut UNAND, penambahan tujuh guru besar ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik kampus, terutama untuk mendorong riset berdampak, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan. Rektor juga menekankan pentingnya publikasi ilmiah bereputasi, kolaborasi nasional dan internasional, serta hilirisasi hasil penelitian agar manfaatnya bisa dirasakan pemerintah, industri, dan masyarakat.
Data yang dipublikasikan UNAND menunjukkan fakultas dengan guru besar terbanyak saat ini adalah FMIPA dengan 41 profesor, disusul Fakultas Teknik 34 profesor, serta Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan yang masing-masing memiliki 29 profesor.
UNAND menilai ukuran keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup dilihat dari jumlah publikasi, paten, atau peringkat internasional saja. Kampus menekankan bahwa ilmu pengetahuan juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung penyelesaian persoalan di bidang kesehatan, pangan, energi, lingkungan, teknologi, sosial, ekonomi, hingga kebijakan publik.
Pengukuhan tujuh guru besar ini sekaligus memperlihatkan upaya kampus di Sumatera Barat tersebut memperkuat reputasi akademik dan jejaring riset pada level nasional maupun global.
Sumber: Universitas Andalas.
Topik Terkait
Tentang Penulis