Jumat, 03 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

UNAND Lepas 1.833 Mahasiswa KKN, Sasar 92 Nagari di Sumatera Barat

Universitas Andalas melepas 1.833 mahasiswa KKN Periode II 2026 ke 92 nagari di 18 kabupaten/kota Sumatera Barat, dengan fokus pengabdian, stunting, dan literasi infrastruktur digital.

Oleh Nayla
Diterbitkan
UNAND Lepas 1.833 Mahasiswa KKN, Sasar 92 Nagari di Sumatera Barat

Universitas Andalas (UNAND) melepas 1.833 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun 2026. Pelepasan digelar di Auditorium UNAND, Padang, Kamis (2/7/2026), sekaligus menjadi pembekalan sebelum mahasiswa turun ke nagari.

Mahasiswa KKN UNAND periode ini akan ditempatkan di 92 nagari yang tersebar pada 18 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Program tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Sejak 2024, UNAND membagi KKN ke dalam tiga skema, yakni KKN Reguler, KKN Tematik, dan KKN Kampus Berdampak. Melalui skema itu, kampus ingin memastikan program mahasiswa lebih dekat dengan kebutuhan riil masyarakat di lokasi penempatan.

Pada KKN Periode II 2026, sejumlah fokus program ikut ditekankan. Di antaranya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tanah Datar, penguatan literasi dan infrastruktur digital terkait pembangunan jalan tol, serta KKN reguler berbasis kebutuhan nagari.

Wakil Rektor I UNAND Prof. Dr. Syukri Arief menegaskan mahasiswa tidak hanya diminta hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai agen edukasi yang mampu menjembatani informasi pembangunan kepada masyarakat.

Advertisement

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya melaksanakan program pengabdian, tetapi juga menjadi duta infrastruktur digital yang mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab mengenai manfaat pembangunan infrastruktur,” ujarnya, dikutip dari laman resmi UNAND.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat Yozarwardi Usama Putra juga mengingatkan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik. Menurutnya, mahasiswa perlu hadir sebagai mitra masyarakat dalam mencari solusi atas persoalan nagari.

Pembekalan turut menghadirkan materi dari PT Hutama Karya (Persero) dan sejumlah narasumber terkait pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, etika KKN, serta literasi digital. UNAND berharap mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater dan menghadirkan program yang berdampak nyata bagi warga.

Sumber: Universitas Andalas.

Tentang Penulis