Minggu, 12 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Agam Alokasikan Rp34,69 Miliar Perbaiki 20 Jembatan Rusak Dampak Bencana

Pemkab Agam mengalokasikan Rp34,69 miliar pada 2026 untuk merehabilitasi 20 jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025.

Oleh Gatot Permadi
Diterbitkan
Agam Alokasikan Rp34,69 Miliar Perbaiki 20 Jembatan Rusak Dampak Bencana
Foto: ANTARA/Yusrizal

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengalokasikan dana Rp34,69 miliar pada 2026 untuk memperbaiki 20 unit jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Agam Roza Syafdefianti di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk merehabilitasi 20 jembatan yang tersebar di Kecamatan Tilatang Kamang, Canduang, Malalak, Palupuh, Ampek Koto, Tanjung Raya, Palembayan, dan Lubuk Basung, serta beberapa kecamatan lainnya.

"Sebagian besar dokumen perencanaan telah selesai 100 persen dan pekerjaan dikerjakan secara bertahap mulai Juli 2026, ditargetkan selesai pada akhir tahun," kata Roza.

Menurut dia, nilai konstruksi tiap jembatan bervariasi. Jembatan dengan anggaran terkecil mencapai Rp400 juta, sedangkan yang terbesar menyentuh Rp5,21 miliar untuk Jembatan Sini Aia di Balai Satu, Malalak Selatan, Kecamatan Malalak.

Beberapa jembatan lain dengan nilai besar meliputi Jembatan Batu Bata di Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, senilai Rp4,78 miliar; Jembatan Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Rp3,65 miliar; serta Jembatan Batang Tumayo, Kecamatan Tanjung Raya, Rp3,65 miliar.

Advertisement

Roza merinci sumber pendanaan perbaikan jembatan tersebut. Sebanyak Rp33,09 miliar berasal dari Transfer Ke Daerah (TKD) untuk 18 unit jembatan. Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp400 juta dialokasikan bagi Jembatan Pinang Balirik di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang.

Selain itu, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Rp1,2 miliar dipakai untuk membangun Jembatan MTsN di Kecamatan Ampek Koto. "Dana ini merupakan sisa BKK kebencanaan pada 2025," ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan 20 unit jembatan bertujuan mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak, memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat, dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan. Pembangunan tersebut juga diharapkan meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana di masa mendatang.

"Hal ini juga mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana," kata Roza.

Tentang Penulis