Sabtu, 04 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Agam Dapat 11 Titik Padat Karya Bencana, Warga Terdampak Dibuka Akses Kerja Sementara

Kabupaten Agam memperoleh 11 titik program padat karya bencana dari Kemenaker. Setiap titik mendapat Rp100 juta untuk infrastruktur dan tenaga kerja lokal.

Oleh Jemi Setiawan
Diterbitkan
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Budi Perwira Negara
Foto: ANTARA/Yusrizal

Kabupaten Agam memperoleh 11 titik program padat karya bencana dari Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026. Program ini diarahkan untuk membantu pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka akses kerja sementara bagi warga terdampak bencana.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan Agam Budi Perwira Negara mengatakan titik kegiatan tersebar di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi November 2025, terutama Kecamatan Tanjung Raya dan Palembayan.

Menurut Budi, lokasi program berada di Nagari Bayua dan Nagari Koto Kaciak di Kecamatan Tanjung Raya, serta Nagari Koto Silungkang di Kecamatan Palembayan.

“Di Kecamatan Tanjung Raya untuk Nagari Bayua dan Nagari Koto Kaciak. Khusus Kecamatan Palembayan di Nagari Koto Silungkang,” kata Budi di Lubuk Basung, dikutip dari ANTARA Sumbar.

Setiap titik kegiatan mendapat alokasi dana Rp100 juta. Dana tersebut telah cair dan ditransfer ke rekening kelompok pelaksana.

Bentuk kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan dan usulan nagari, antara lain rebat beton, pembangunan saluran irigasi, dam parit, serta pekerjaan infrastruktur kecil lain yang mendukung pemulihan warga pascabencana.

Advertisement

Dari total dana per kegiatan, 60 persen digunakan untuk pembelian bahan bangunan. Sisanya, 40 persen, dialokasikan untuk tenaga kerja.

Budi menjelaskan upah harian dalam program itu ditetapkan Rp120 ribu per orang per hari untuk tukang dan Rp95 ribu per orang per hari untuk pekerja. Pekerjaan direncanakan berlangsung selama 12 hari kerja dengan jam kerja pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.

Saat informasi disampaikan, kegiatan tersebut belum mulai dan masih dalam tahap persiapan. Pemerintah daerah sebelumnya melakukan pendekatan aktif kepada nagari agar mengusulkan program melalui kanal Bizhub Kemenaker.

Budi menyebut ada enam kecamatan terdampak bencana yang sempat mengusulkan program. Namun, tidak semua usulan disetujui karena sebagian nagari masih memiliki kekurangan persyaratan.

Program padat karya ini menjadi salah satu instrumen pemulihan sosial-ekonomi pascabencana. Selain memperbaiki infrastruktur dasar di nagari, skema tersebut memberi ruang bagi warga terdampak untuk memperoleh pendapatan sementara selama masa pemulihan.

Sumber: ANTARA Sumbar.

Tentang Penulis