Selasa, 21 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Banjir Bandang Agam: 450 Warga Mengungsi, 60 Orang Sempat Terjebak di Sungai Batang

Banjir bandang melanda Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Sabtu (18/7) malam. Sebanyak 450 warga mengungsi dan 60 orang sempat terjebak sebelum dievakuasi tim gabungan.

Oleh Dipsi Ay
Diterbitkan
Banjir Bandang Agam: 450 Warga Mengungsi, 60 Orang Sempat Terjebak di Sungai Batang
Foto: ANTARA/HO-BPBD Agam

Banjir bandang kembali melanda Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu (18/7/2026) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mencatat 450 warga mengungsi dan 60 orang sempat terjebak sebelum dievakuasi tim gabungan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur mengatakan, 450 warga mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari genangan. Sebanyak 20 kepala keluarga dengan 60 jiwa terjebak akibat derasnya aliran air dan akhirnya dievakuasi oleh tim gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, PMI, Polri, dan TNI.

Di Jorong Labuah, 250 warga mengungsi setelah 20 unit rumah terendam dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter. Banjir mengenangi dua jorong itu menyusul curah hujan tinggi yang mengguyur daerah tersebut dari Sabtu sore hingga malam, sehingga Sungai Batang Tumayo meluap.

Abdul Ghafur menjelaskan, banjir berulang ini dipicu pendangkalan sungai akibat tumpukan sedimen pasca-banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Dasar sungai kini lebih tinggi dari permukiman, membuat air mudah meluap meski hujan tidak ekstrem.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hingga Senin (20/7/2026) pagi, air berangsur surut dan seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. BPBD mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi ketika curah hujan kembali tinggi.

Warga setempat menyatakan hidup dalam bayang-bayang banjir susulan. Firjinia Trisa, warga Jorong Kubu, mengaku sekeluarga selalu bersiap mengungsi setiap langit mendung. Wali Jorong Labuah Elbama menambahkan, penanganan swadaya masyarakat sudah tidak cukup dan mendesak pemerintah menurunkan alat berat untuk normalisasi sungai.

Pemkab Agam melalui BPBD terus memantau kondisi lapangan. Warga berharap perbaikan aliran Sungai Batang Tumayo segera dilakukan agar banjir berulang tidak terus mengancam permukiman di nagari tersebut.

Tentang Penulis