Senin, 27 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

BKSDA Sumbar Temukan Lokasi Sebaran Rafflesia ke-19 di Agam

BKSDA Sumbar menemukan sebaran Rafflesia gadutensis ke-19 di Palupuh, Agam, yang berpotensi menjadi daya tarik wisata alam baru di Sumbar.

Oleh Jemi Setiawan
Diterbitkan
BKSDA Sumbar Temukan Lokasi Sebaran Rafflesia ke-19 di Agam
Foto: ANTARA/HO/BKSDA Sumbar

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menemukan lokasi sebaran bunga rafflesia ke-19 di Kabupaten Agam, tepatnya di Rimbo Mangin, Jorong Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, pada Minggu (26/7/2026).

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra mengatakan, temuan tersebut merupakan sebaran rafflesia ke-19 di Agam dengan jenis Rafflesia gadutensis. Bunga langka itu pertama kali diketahui warga bernama Simon saat mencari rotan pada pertengahan 2025, dan dilaporkan ke BKSDA pada Sabtu (25/7/2026).

" Ini merupakan sebaran rafflesia ke 19, karena sebelumnya hanya ada di 18 titik," kata Ade Putra di Lubuk Basung, Minggu.

Menurut dia, 18 sebaran sebelumnya tersebar di Kecamatan Palupuh, termasuk Cagar Alam Batang Palupuh, Palembayan, Tanjung Raya di sekitar Danau Maninjau, Baso, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Malalak, dan Matur. Jenisnya meliputi Arnoldi, Tuan-mudae, gadutensis, dan lainnya.

Ade menilai keberadaan bunga yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu dapat menjadi daya tarik wisata baru. Ia berharap pemerintah daerah mengelola lokasi dengan baik agar Rafflesia menjadi magnet kunjungan wisatawan.

Rafflesia gadutensis pertama kali ditemukan W. Meijer pada 1984 di kawasan Ulu Gadut, Kota Padang. Bunga ini memiliki corak khas dan ukuran relatif kecil, yakni berdiameter sekitar 40–60 sentimeter dengan lima kelopak berbintik putih.

Bunga tersebut tumbuh pada inang berupa liana menjalar Tetrastigma lanceolarium yang termasuk keluarga vitaceae. Temuan baru ini menambah kekayaan destinasi wisata alam Kabupaten Agam sekaligus mempertegas posisi Sumbar sebagai salah satu pusat keanekaragaman Rafflesia di Indonesia.

Tentang Penulis