Warga Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang sejak banjir bandang akhir tahun lalu kesulitan air bersih, mulai mendapatkan bantuan nyata. Universitas Andalas (Unand) dan Bank Tabungan Negara (BTN) meresmikan program penyediaan air bersih di kawasan tersebut pada Senin (27/7/2026), bersamaan dengan penyaluran 8.000 liter air oleh PT Semen Padang sehari sebelumnya.
Rektor Unand Efa Yonedi meresmikan langsung kolaborasi kampus dengan perbankan itu di Padang. "Ini adalah bentuk tanggung jawab dan upaya kami mendorong pemulihan pascabencana, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa ketersediaan air bersih," katanya.
Bencana hidrometeorologi yang menerjang kawasan Lambung Bukit merusak sejumlah infrastruktur air. Kerusakan tersebut membuat pasokan air bersih bagi rumah tangga di RW 01 dan RW 02 terganggu secara signifikan hingga berbulan-bulan setelah kejadian.
Program yang diinisiasi Unand dan BTN mencakup identifikasi serta pencarian potensi sumber air, penggalian dan perbaikan sumur, pembangunan fasilitas penampungan dan tower air, hingga mengalirkan air ke rumah-rumah penduduk. Kepala Cabang BTN Padang Sudayanto menyatakan pihaknya siap mendukung pemulihan pascabencana bersama mitra strategis di bawah naungan Danantara.
Efa menyadari program tahap awal belum bisa melayani seluruh penduduk di kawasan Lambung Bukit. "Pada tahap sekarang ini mungkin belum bisa melayani semua warga yang membutuhkan, namun secara bertahap akan terus kami lakukan penambahan infrastruktur," ujarnya.
Di sisi lain, PT Semen Padang menyalurkan 8.000 liter air bersih bagi warga RW 01 dan RW 02, Kelurahan Lambung Bukik, pada Minggu (26/7/2026). Bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) itu dikirim langsung dengan armada truk tangki air dari Departemen Tambang perusahaan agar tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan warga untuk minum, memasak, dan sanitasi.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan penyaluran air merupakan bentuk kepekaan perusahaan terhadap masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan air rumah tangga pascabencana.
Krisis air bersih pascabanjir bandang di sebagian wilayah Kota Padang perlahan mulai tertangani melalui kolaborasi multipihak. Warga berharap pasokan air yang mulai mengalir dapat terus bertambah seiring penyelesaian infrastruktur pendukung di kawasan Lambung Bukit.
Topik Terkait
Tentang Penulis