Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Solok, Sumatera Barat, membekali siswa baru dengan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bijak dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.
Sejumlah pegawai Diskominfo Kota Solok menyambangi sekolah untuk memberikan materi tentang pengenalan AI, cara kerja algoritma, serta etika penggunaan teknologi kepada pelajar yang baru masuk. Pembekalan itu dirancang agar siswa tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi paham risiko dan peluang di baliknya.
Kepala Diskominfo Kota Solok menyatakan, kehadiran AI generatif mengubah cara belajar generasi muda. "Siswa harus tahu bahwa AI bisa membantu, tapi tidak boleh menggantikan proses berpikir kritis," katanya.
Materi yang disampaikan mencakup cara membedakan informasi valid dan hoaks, menjaga jejak digital, serta menggunakan AI untuk mendukung tugas sekolah tanpa melanggar integritas akademik. Peserta MPLS juga diajak mengenali bahaya pencurian data dan penyalahgunaan konten di dunia maya.
Langkah Diskominfo Kota Solok sejalan dengan arahan nasional tentang literasi digital yang makin penting di tengah transformasi pendidikan pasca-pandemi. Pemerintah kota menilai pembekalan sejak jenjang sekolah dasar hingga menengah akan memperkuat ketahanan digital masyarakat secara bertahap.
Pada kesempatan terpisah, Pemko Solok juga terus memperluas jaminan sosial bagi pekerja rentan dan memastikan program bantuan pemerintah tersalur tepat sasaran. Kombinasi literasi dan perlindungan sosial diharapkan menopang kesiapan Kota Solok menghadapi era digital secara menyeluruh.
Topik Terkait
Tentang Penulis