Distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah daerah di Sumatera Barat mengalami keterlambatan dalam sepekan terakhir. Akibatnya, antrean panjang kendaraan terjadi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heriyanto, mengungkapkan bahwa distribusi BBM terganggu oleh kemacetan di tiga ruas jalan utama yang menjadi jalur truk tangki menuju SPBU.
"Antrean truk tangki BBM mencapai dua hingga tiga jam. Akibatnya, distribusi BBM ke SPBU mengalami keterlambatan sehingga pasokan di sejumlah SPBU menjadi terbatas," ujar Helmi, Selasa (7/7/2026).
Tiga titik kemacetan yang menjadi biang keladi tersendatnya distribusi BBM tersebut berada di ruas Padang–Solok melalui Sitinjau Lauik, Padang–Painan akibat pengerjaan Jembatan Jeruai di kawasan Bungus Teluk Kabung, serta kawasan Lembah Anai.
Helmi menjelaskan, sejak Kamis pekan lalu, Pemprov Sumbar telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas ESDM, untuk berkoordinasi dengan instansi terkait dan Pertamina guna mempercepat normalisasi distribusi BBM.
"Langkah tersebut dilakukan agar truk tangki yang tertahan di titik-titik kemacetan dapat segera melanjutkan perjalanan dan menyalurkan pasokan ke SPBU," katanya.
Selain itu, pemerintah juga melakukan upaya penanganan di lokasi yang menjadi titik kemacetan. Tim dari Dinas Perhubungan bersama pihak terkait telah melakukan peninjauan ke kawasan Jembatan Teluk Kabung untuk melihat berbagai alternatif solusi dan rekayasa lalu lintas.
Hingga saat ini, Pemprov Sumbar terus berkoordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait agar pasokan BBM kembali normal dan antrean di SPBU dapat segera terurai.
Topik Terkait
Tentang Penulis