Sabtu, 18 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Groundbreaking Blok Masela Dimulai, Prabowo Kebut Proyek LNG 30 Tahun Mangkrak

Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking Blok Masela dengan investasi US$20,9 miliar, proyek LNG terbesar yang tertunda hampir tiga dekade.

Oleh Jemi Setiawan
Diterbitkan
Groundbreaking Blok Masela Dimulai, Prabowo Kebut Proyek LNG 30 Tahun Mangkrak
Foto: ANTARA/Blok Masela

Proyek strategis nasional Lapangan Abadi atau Blok Masela akhirnya memasuki tahap pembangunan fisik setelah hampir tiga dekade tertunda. Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking proyek liquefied natural gas (LNG) tersebut secara virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Peresmian dilakukan dari Kepulauan Tanimbar, Maluku, lokasi pengembangan Blok Masela. Prabowo menyebut proyek ini telah dinanti masyarakat selama sekitar 30 tahun sejak penandatanganan kontrak pada 1998.

"Ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan. Dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," ujar Prabowo dalam peresmian tersebut.

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh konsorsium INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi mencapai 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp376 triliun. Angka tersebut menjadikannya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mencatat investasi proyek mencapai 21 miliar dolar AS. Pemerintah memproyeksikan potensi penerimaan negara dari proyek ini mencapai 44 miliar dolar AS serta penyerapan hingga 12.000 tenaga kerja.

Kapasitas produksi Blok Masela ditargetkan mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun. Pemerintah memastikan 60 persen produksi dialokasikan untuk kebutuhan domestik, dengan PLN, PGN, dan Pupuk Indonesia sebagai calon pembeli utama gas, sementara 40 persen sisanya diekspor.

CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda menyebut dimulainya pembangunan Blok Masela menjadi babak baru kerja sama energi Indonesia dan Jepang. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2029-2030.

Tentang Penulis