Sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya ramai dibicarakan warganet setelah terlihat dipasangi pagar besi tinggi yang membatasi akses dari jalan raya. Kemunculan pagar tersebut viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi, mulai dari dugaan kemerosotan ekonomi hingga antisipasi terhadap gelombang demonstrasi di pusat kota.
Pengelola mal menegaskan bahwa pembangunan pagar murni merupakan upaya penataan kawasan. Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menepis asumsi yang berkembang di jagat maya. Menurutnya, pagar dibuat agar akses pejalan kaki terpusat dan tidak melintas sembarangan.
"Pagar dibuat untuk menertibkan perlintasan para pejalan kaki agar tidak membahayakan lalu lintas dan para pejalan kaki itu sendiri," kata Sutandi, Kamis (16/7/2026).
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menguatkan penjelasan tersebut. Ia menyebut pemasangan pagar sebagai bagian dari manajemen risiko untuk memastikan keselamatan pengunjung di kawasan dengan volume kendaraan tinggi.
Pagar besi tinggi terlihat di mal-mal kelolaan Pakuwon Group, salah satu pengembang properti terbesar di Surabaya. Penampakannya yang tiba-tiba membuat warga menyandingkannya dengan berbagai isu terkini, sebelum klarifikasi resmi dari pengelola meluruskan dugaan tersebut.
Hingga Jumat (17/7/2026), pengelola memastikan penataan kawasan tetap berjalan dan akses pengunjung ke mal tidak ditutup, melainkan diarahkan ke titik masuk yang sudah ditentukan.
Topik Terkait
Tentang Penulis