Selasa, 14 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Gunung Anak Krakatau Siaga, PVMBG Catat 19 Kali Erupsi Juni–Juli 2026

PVMBG mencatat 19 kali erupsi Gunung Anak Krakatau sepanjang Juni–Juli 2026. Status Siaga (Level III) dipertahankan, BMKG memastikan belum ada tanda tsunami di Selat Sunda.

Oleh Jemi Setiawan
Diterbitkan
Gunung Anak Krakatau Siaga, PVMBG Catat 19 Kali Erupsi Juni–Juli 2026
Foto: ANTARA/HO/PVMBG

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat, dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 19 kali erupsi sepanjang Juni hingga Juli 2026. Hingga Senin (13/7/2026), status gunung api tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan peningkatan aktivitas vulkanik itu dipantau secara intensif melalui pengamatan visual maupun instrumental. "Dari tanggal 02 Juni hingga 11 Juli 2026 telah terjadi 19 kali erupsi. Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif, sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam," ujarnya.

Peningkatan aktivitas pada awal Juli menjadi dasar Badan Geologi menaikkan status gunung dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga). Meski fluktuatif, kegempaan dan hembusan masih terekam alat pemantau, yang menunjukkan aktivitas vulkanik gunung berapi itu belum berhenti.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan belum terdapat indikasi tsunami maupun perubahan muka air laut yang mengarah pada gelombang tsunami akibat aktivitas gunung tersebut. Masyarakat di sekitar Selat Sunda diimbau tetap tenang.

Advertisement

Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menyebut pihaknya memperkuat langkah mitigasi dan menyiapkan skenario evakuasi dengan golden time 40 menit apabila status meningkat. Ia menekankan aktivitas pariwisata di kawasan Anyer dan Carita dipastikan tetap aman, sehingga masyarakat diminta tidak panik.

Petugas Pos Pengamatan PVMBG, Rio Bonik Situmorang, menambahkan bahwa letusan terakhir terekam pada malam sebelumnya sekitar pukul 23.34 WIB. Saat ini pengamatan visual terkendala kabut tebal, namun pemantauan tetap mengandalkan instrumen seismik dan teknologi pendukung lainnya.

Warga Pulau Sebesi, yang berada paling dekat dengan gunung, dilaporkan mengaktifkan ronda malam menyusul seringnya erupsi saat malam hari. PVMBG mengingatkan masyarakat dan nelayan untuk menjauhi radius bahaya serta mematuhi rekomendasi mitigasi yang diperbarui secara berkala.

Tentang Penulis