Gunung Semeru meletus empat kali dalam rentang tiga jam pada Selasa (14/7) pagi, dengan kolom abu vulkanik tertinggi mencapai 1.300 meter di atas puncak. Aktivitas ini terekam seismograf Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
Erupsi pertama terjadi pukul 05.39 WIB dengan tinggi kolom letusan 1.300 meter di atas puncak, atau sekitar 4.976 meter di atas permukaan laut. Kepala Pos PGA Semeru Liswanto mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
Erupsi beruntun menyusul pada pukul 06.29 WIB setinggi 800 meter, pukul 06.51 WIB setinggi 1.200 meter, dan pukul 07.55 WIB setinggi 1.000 meter. ANTARA melaporkan tinggi letusan erupsi Semeru sempat mencapai 1,3 kilometer di atas puncak dalam dua kali pengamatan terpisah pada pagi yang sama.
Badan Geologi melalui Pos PGA Semeru belum merevisi status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, namun masyarakat di sekitar lereng diimbau mematuhi rekomendasi jarak aman dan menjauhi alur sungai yang berhulu di puncak mengingat ancaman lahar hujan.
Erupsi pagi ini menambah daftar gunung api aktif di Indonesia yang meningkatkan aktivitas belakangan ini. Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau dan sejumlah gunung lain juga mencatat peningkatan erupsi dalam rentang Juni–Juli 2026.
Topik Terkait
Tentang Penulis