Kepala petugas jaga perlintasan kereta sebidang di Garut, Jawa Barat, menjadi korban pengeroyokan usai menegur pengendara yang menerobos palang pintu pada Minggu (12/7/2026). PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengecam keras tindakan tersebut dan menyatakan petugas sedang menjalankan prosedur keselamatan.
Insiden terjadi di JPL 227 Leuwigoong, Kabupaten Garut. Petugas menutup palang pelintasan untuk mengamankan perjalanan KA Serayu ketika seorang pengendara sepeda motor menerobos dan mendapat teguran. Tak lama kemudian, pengendara itu kembali bersama sejumlah orang dan menganiaya petugas hingga mengalami luka lebam di wajah serta luka gores di tangan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan tindakan kekerasan terhadap petugas yang menjalankan prosedur keselamatan tidak dapat dibenarkan. "Petugas menutup perlintasan karena kereta api akan melintas. Teguran diberikan agar pengguna jalan terhindar dari risiko kecelakaan," ujar Anne dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Menurut KAI, petugas penjaga perlintasan bekerja dengan sistem shift 24 jam dan dituntut menjaga konsentrasi penuh. Mereka bertugas memantau perjalanan kereta, mengoperasikan palang, serta memastikan pengguna jalan berhenti pada jarak aman.
KAI telah mendampingi korban dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelesaikan kasus pidana tersebut. Polres Garut masih memburu para pelaku. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga mengecam insiden itu dan menegaskan pelaku penerobosan palang wajib diproses secara hukum.
Kasus ini menyusul upaya KAI menata 320 titik perlintasan sepanjang semester pertama 2026 untuk menekan angka kecelakaan. Hingga 7 Juli 2026, KAI menutup 225 perlintasan liar dan 29 perlintasan terdaftar yang dinilai berbahaya, serta menyempitkan akses 65 titik lainnya.
Anne mengingatkan kereta api tidak dapat berhenti mendadak seperti kendaraan jalan raya. Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta saat sirene berbunyi, lampu peringatan menyala, palang mulai ditutup, atau petugas memberi isyarat. "Menunggu sejenak dapat menyelamatkan banyak nyawa," katanya.
KAI juga mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di jalur rel, termasuk berjalan kaki, bermain, berkumpul, maupun membuat konten di area manfaat jalur kereta api.
Topik Terkait
Tentang Penulis