Kamis, 16 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Pemko Padang Dorong Inklusivitas lewat Seleksi Wali Kota Cilik dan Duta Anak 2026

Pemko Padang melalui DP3AP2KB menggelar Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak 2026 dengan menyorot inklusivitas anak berkebutuhan khusus. Sebanyak 110 pelajar SMP mendaftar, dengan grand final pada 25 Juli di Youth Center.

Oleh Dipsi Ay
Diterbitkan
Pemko Padang Dorong Inklusivitas lewat Seleksi Wali Kota Cilik dan Duta Anak 2026
Foto: Wikimedia Commons (sekolah di Sumatera Barat)

Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menyelenggarakan Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak Tahun 2026 sebagai wadah pengembangan kepemimpinan sekaligus ajang kaderisasi pelopor hak anak. Tahun ini, program yang digawangi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) itu menyorot inklusivitas anak berkebutuhan khusus.

Seleksi tahap kedua sedang berjalan di Kantor DP3AP2KB, Selasa (14/7/2026). Dari tahap pertama berupa seleksi esai, panitia menyaring peserta ke tahap wawancara dan unjuk minat bakat. Dari proses itu nantinya akan dipilih 14 finalis yang tampil pada puncak apresiasi di Youth Center Kota Padang pada 25 Juli 2026.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB, Ade Yonanda Irza, menyebut antusiasme anak berkebutuhan khusus tahun ini sangat tinggi. "Alhamdulillah, minat anak-anak berkebutuhan khusus tahun ini sangat tinggi. Kami berharap mereka dapat menjadi role model bagi teman-teman sebaya serta menjadi Pelopor dan Pelapor (2P) dalam pemenuhan hak anak, khususnya di lingkungan sekolah," ujarnya.

Total 110 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia 12–15 tahun mendaftar pada ajang tahunan ini. Pemko Padang membuka kategori baru, Duta Anak Pejuang Disabilitas, sebagai bentuk komitmen terhadap kesetaraan dan inklusivitas. Kategori tersebut dirancang agar anak berkebutuhan khusus dapat menjadi teladan sekaligus pengawal pemenuhan hak anak di lingkungan masing-masing.

Menurut Ade, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan proses kaderisasi agen perubahan yang mendukung Kota Padang sebagai Kota Layak Anak. Para peserta diharapkan membawa gagasan konkret terkait pemenuhan hak anak, termasuk di sekolah dan kawasan permukiman.

Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak juga menjadi bagian dari upaya Pemko Padang menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial sejak dini. Dengan mengedepankan inklusivitas, program ini memastikan anak berkebutuhan khusus tidak tersisih dari ruang partisipasi publik di kota tersebut.

Tentang Penulis