Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai menjajaki babak baru transformasi energi di sektor pertanian. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar meluncurkan program Electrifying Agriculture melalui penggilingan padi milik warga di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, yang seluruh operasinya beralih dari bahan bakar solar ke listrik PLN.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tiga pihak digelar pada Selasa (14/7) di Painan. Kolaborasi ini melibatkan PLN Energy Services (PLN ES), PLN UP3 Padang melalui ULP Painan, serta pemilik huller Jhoni Hendra. Kegiatan dihadiri sekitar 18 peserta, termasuk tim PLN dan pemilik usaha penggilingan padi setempat.
Ini merupakan proyek perdana PLN Group di Sumatera Barat untuk solusi kelistrikan terintegrasi di sektor pertanian. Sebelumnya, penggilingan padi tersebut mengandalkan mesin berbahan bakar solar. Kini seluruh proses—dari pemecah kulit padi (hulling), pemutih beras (polisher), hingga dinamo penggerak produksi—menggunakan daya listrik PLN.
Paket kerja sama mencakup penyambungan daya listrik baru, pengadaan mesin hulling dan polisher, serta dinamo listrik agar proses produksi berjalan lebih efisien. Pendekatan ini dirancang menekan biaya operasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
General Manager PLN UID Sumbar, Ririn Rachmawardini, menyebut program ini sebagai wujud transformasi layanan PLN yang memberi nilai tambah bagi pelanggan, bukan sekadar pasokan listrik andal. "Pilot project ini menjadi bukti bahwa listrik dapat memberikan manfaat lebih besar dalam meningkatkan produktivitas usaha, menekan biaya operasional, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pertanian modern," ujarnya.
Menurut PLN, keberhasilan di Pesisir Selatan akan menjadi fondasi awal pengembangan Electrifying Agriculture di seluruh Sumbar. Layanan terintegrasi yang ditawarkan meliputi keandalan pasokan listrik, dukungan teknologi peralatan, hingga pendampingan pelanggan dari hulu ke hilir.
Pengamat menilai langkah ini relevan dengan dorongan pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan melalui modernisasi usaha pertanian rakyat. Beralihnya usaha penggilingan padi ke listrik juga berpotensi memperluas pemanfaatan listrik produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan.
PLN berharap keberhasilan program ini menginspirasi lebih banyak pelaku usaha pertanian di Sumatera Barat untuk beralih memanfaatkan energi listrik sebagai penggerak produktivitas yang efisien dan berkelanjutan.
Topik Terkait
Tentang Penulis