Pemko Padang mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Raya selama enam bulan, terhitung 29 Juni hingga 30 Desember 2026. Kebijakan ini disiapkan untuk mendukung proyek revitalisasi kawasan perdagangan itu sekaligus menjaga keselamatan masyarakat saat pekerjaan konstruksi berlangsung.
Informasi tersebut diumumkan melalui keterangan resmi Pemko Padang pada Minggu, 28 Juni 2026. Dasarnya mengacu pada surat Dinas Perdagangan Kota Padang Nomor 500.2/198/Dg-2026 dan surat Dinas Perhubungan Kota Padang Nomor 500.11.6/552/Dishub-Pd/2026 tertanggal 25 Juni 2026.
Selama masa pekerjaan, beberapa akses jalan menuju kawasan proyek ditutup sementara dan arus kendaraan dialihkan ke jalur alternatif yang telah disiapkan.
Titik penutupan dan pengalihan arus
- Kendaraan dari Jalan Pemuda dan Jalan Diponegoro tidak lagi bisa melaju lurus ke kawasan Sentral Pasar Raya (SPR). Ruas dari depan Masjid Taqwa Muhammadiyah sampai SPR ditutup total.
- Akses menuju Jalan Belakang Lintas dan Jalan Belakang Tangsi dibatasi dengan rambu larangan masuk. Pengendara diarahkan belok kiri ke Jalan Bandar Olo, lalu masuk melalui Jalan Pasar Raya I atau Jalan Pasar Raya II.
- Jalur alternatif lain juga disiapkan melalui ruas di samping Gedung IWAPI serta jalan di belakang SPR.
- Kendaraan dari arah Bandar Belakang Tangsi dialihkan ke Jalan Adhyaksa sebelum memutar lewat Jalan Belakang Tangsi.
- Akses langsung dari Jalan Bundo Kanduang ke kawasan Air Mancur ditutup sementara karena berada di sekitar titik pekerjaan.
- Kendaraan dari arah Jalan M. Yamin maupun kawasan Kantor Balaikota Padang Lama tidak bisa menuju bundaran Pasar Raya secara langsung. Arus dialihkan dengan belok kanan sebelum titik penutupan, lalu melewati Jalan Sandang Pangan di depan Kantor Balaikota Lama hingga sisi Gedung Fase VII.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan mengimbau warga menyesuaikan perjalanan dan mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang petugas.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mengantisipasi perjalanan, mematuhi rambu-rambu petunjuk yang telah disediakan petugas, serta mengutamakan keselamatan berkendara," kata Fizlan.
Ia juga meminta masyarakat mendukung pelaksanaan proyek revitalisasi dengan mengikuti jalur alternatif selama masa pengaturan arus berlangsung.
Bagi warga yang rutin beraktivitas di pusat perdagangan ini, perubahan jalur sejak akhir Juni tersebut penting diperhatikan agar mobilitas ke Pasar Raya tidak terganggu.
Sumber: Diskominfo Kota Padang.
Topik Terkait
Tentang Penulis