Lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings mengafirmasi peringkat utang Indonesia pada Juli 2026. Dalam laporannya, S&P menyebut tekanan fiskal yang membayangi APBN dinilai bersifat sementara.
Keputusan itu memberi napas lega bagi pemerintah yang tengah mengejar belanja prioritas, termasuk program subsidi energi dan makan bergizi gratis. Peringkat yang stabil menjaga biaya utang dan akses pasar internasional tetap terjangkau.
S&P memcatat upaya penguatan pendapatan negara serta pengendalian subsidi energi sebagai faktor penopang outlook. Namun lembaga tersebut mengingatkan agar defisit tetap terkelola agar keyakinan investor tidak terkikis.
Bagi pasar, stabilitas peringkat utang menjadi sinyal penting di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investor portofolio disebut masih melihat Indonesia sebagai tujuan dengan fundamental makro yang relatif terjaga.
Topik Terkait
Tentang Penulis