Universitas Andalas (UNAND) resmi menjadi tuan rumah Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat. Forum dua hari yang berlangsung di Convention Hall UNAND, Padang, 21–22 Juli 2026, mengangkat misi tunggal: mengubah hasil riset kampus menjadi produk industri yang bernilai tambah dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebanyak 37 delegasi dari 25 perguruan tinggi negeri se-Wilayah Barat Indonesia menghadiri forum bertajuk "Dari Riset Menuju Industri: Membangun Dampak Melalui Kolaborasi dan Inovasi" tersebut. Wakil Rektor I UNAND, Prof. Syukri Arief, menekankan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi tidak boleh lagi berhenti sekadar di atas kertas atau dokumen kesepahaman (MoU).
"Kerja sama perguruan tinggi tidak boleh lagi hanya berhenti di atas kertas atau sekadar MoU, melainkan harus mewujud dalam inovasi nyata. Kita dihadapkan pada tantangan kompleks, mulai dari digitalisasi dan kecerdasan buatan, perubahan iklim, kesehatan masyarakat, hingga tuntutan melahirkan lulusan yang siap kerja," tegas Prof. Syukri Arief.
Ketua Forum BKS PTN Barat, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa forum ini dirancang sebagai jembatan antara riset akademis dan kebutuhan dunia industri. Salah satu potensi besar yang disorot adalah pemanfaatan kekayaan hayati dan tumbuhan endemik wilayah barat Indonesia.
"Kita tidak boleh lagi hanya mengirim bahan mentah ke luar daerah atau luar negeri. Kita harus mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang siap bersaing di pasar. Harapan besar kami, pada 2027 kolaborasi BKS PTN Barat sudah mampu menghasilkan setidaknya satu produk industri konkret," ujar Prof. Revis Asra.
Sebagai pembicara utama, Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Yos Sunitiyoso, menggarisbawahi bahwa tolok ukur keberhasilan riset adalah keterpakaiannya di tengah masyarakat, bukan sekadar jumlah publikasi jurnal ilmiah.
Forum ini juga menghadirkan diskusi bersama dengan sejumlah narasumber, antara lain Prof. Dr. Tri Prartono, M.Sc. dari Institut Pertanian Bogor; Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc., Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) UNAND; Andri Khaidir, S.T., Direktur PT Crown Teknologi Indonesia; Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset UNAND; serta Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., Ketua LPPM Universitas Negeri Padang.
Meski mengakui bahwa komersialisasi riset menghadapi tantangan birokrasi dan prosedur pasar yang kompleks, para wakil rektor berkomitmen menjadikan forum ini sebagai pendorong utama akselerasi hilirisasi. Rangkaian acara ditutup dengan kunjungan lapangan seluruh delegasi ke PT Crown dan Laboratorium Inovasi Fakultas Kedokteran UNAND untuk melihat langsung praktik baik hilirisasi riset medis dan industri.
Bagi Sumatera Barat, forum yang menggabungkan 25 PTN wilayah barat ini menjadi momentum strategis untuk mendorong riset kampus, termasuk UNAND dan UNP, agar tidak hanya berhenti di rak perpustakaan, melainkan terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan daya saing lulusan.
Topik Terkait
Tentang Penulis