Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar konferensi internasional The Conference on Learning Innovation, Applied Sciences, Technology, and Sustainable Development (CLASTSD) 2026 di Hotel UNP Hospitality, Padang, Selasa (15/7/2026). Kegiatan yang digawangi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) itu memfasilitasi peneliti dan dosen dari 17 perguruan tinggi di Indonesia serta 13 negara untuk menghasilkan publikasi bereputasi internasional, termasuk yang terindeks Scopus.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional UNP, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si., yang membuka konferensi mewakili Rektor, menyatakan perguruan tinggi kini tidak hanya bertugas memproduksi temuan ilmiah, tetapi memastikan riset memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kecerdasan buatan, teknologi digital, dan inovasi berbasis data telah mengubah cara belajar dan meneliti sehingga kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara menjadi kebutuhan mendesak.
"Melalui konferensi ini, kami berharap lahir kolaborasi penelitian yang lebih luas, pertukaran gagasan yang produktif, serta publikasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan," ujar Deski Beri.
Ketua Panitia CLASTSD 2026, Ciptro Handrianto, M.Ed., Ph.D., menargetkan setiap peserta meninggalkan konferensi dengan artikel yang siap disubmit ke jurnal internasional bereputasi. Ia menekankan publikasi Scopus bukan sekadar angka, melainkan salah satu syarat bagi dosen yang mempersiapkan kenaikan jabatan akademik ke Guru Besar.
"Harapan kami, setiap peserta yang mengikuti konferensi ini memiliki artikel yang siap disubmit ke jurnal internasional bereputasi, khususnya jurnal yang terindeks Scopus," kata Ciptro.
Antusiasme peserta melampaui target awal panitia. Dari sasaran 30 peserta, konferensi mencatat 95 pendaftar dengan 52 abstrak yang diterima untuk dipresentasikan. Peserta berasal dari 17 universitas di Indonesia dan 13 negara, antara lain Gambia, Filipina, Amerika Serikat, Bangladesh, dan Malaysia.
Sesi satu hari itu menghadirkan pakar dari dalam dan luar negeri, termasuk Assoc. Prof. Dr. Harwati Hasim dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Kadek Suranata, M.Pd., Kons. dari Universitas Pendidikan Ganesha, Dr. Adi Wijaya, S.Kom., M.Kom. dari Universitas Indonesia Maju, serta Prof. Fakhrur Razi, M.S.B., Ph.D. dari UNP sendiri. Topik yang dibahas mencakup inovasi pembelajaran, sains terapan, teknologi, kecerdasan buatan, dan pembangunan berkelanjutan.
Konferensi ini dirancang selaras dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. LPPM UNP menilai forum tersebut strategis untuk memperkuat budaya publikasi ilmiah sekaligus memperluas jejaring akademik internasional kampus.
CLASTSD 2026 menjadi bagian dari upaya UNP meningkatkan jumlah publikasi di jurnal bereputasi sebagai indikator kualitas penelitian perguruan tinggi, sekaligus mendukung dosen dalam memenuhi beban kinerja huriah dan promosi jabatan akademik.
Topik Terkait
Tentang Penulis