Senin, 20 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Viral Mal di Surabaya Dikelilingi Pagar, Pakuwon Group Bantah Isu Ekonomi hingga Demo

Pagar besi permanen di mal-mal milik Pakuwon Group di Surabaya viral dan memicu spekulasi soal ekonomi hingga demo. Manajemen membantah tegas kedua dugaan itu.

Oleh Jemi Setiawan
Diterbitkan
Viral Mal di Surabaya Dikelilingi Pagar, Pakuwon Group Bantah Isu Ekonomi hingga Demo
Foto: CNN Indonesia

Pemasangan pagar besi permanen di sejumlah mal milik Pakuwon Group di Surabaya viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi warganet. Manajemen membantah tegas bahwa pagar tersebut dibangun karena kekhawatiran atas lesunya ekonomi maupun antisipasi aksi demonstrasi.

Pagar muncul di Pakuwon Mall (Surabaya Barat), Royal Plaza (Surabaya Selatan), Pakuwon City Mall, dan Tunjungan Plaza (TP) di jantung Kota Surabaya. Tingginya bervariasi, sekitar 2,5 meter di Pakuwon Mall dan mendekati 3 meter di Royal Plaza, dengan ujung besi yang meruncing.

Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menegaskan pemasangan pagar murni untuk keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengunjung. "Tidak ada antisipasi apapun. Kita yakin Indonesia aman sejahtera gitu kan, NKRI harga mati gitu," ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Jumat (17/7/2026).

Menurut Sutandi, pagar di Pakuwon Mall dibangun menyusul beroperasinya Radial Road baru yang diprediksi memicu kepadatan lalu lintas, guna menghindari kecelakaan pejalan kaki. Di Royal Plaza, pagar yang sudah ada sejak 2006 diganti karena besi holo sudah keropos dimakan cuaca.

Untuk Tunjungan Plaza di Jalan Basuki Rahmat, pagar juga dipasang agar satpam tidak perlu berulang kali menggeser barikade saat ada aksi menuju Gedung Negara Grahadi. "Kita juga kasihan melihat satpam mal dan petugas keamanan setiap kali akan ada demo harus geret-geret barikade depan mal," kata Sutandi.

Sutandi menambahkan, sebagai perusahaan terbuka (Tbk), Pakuwon Group mencatat kinerja retail yang baik pada semester I 2026. Penjualan tetap stabil selama libur sekolah dua pekan terakhir. "Kalau ekonomi tidak baik-baik saja, justru sebenarnya Pakuwon Group ini sedang bagus di semester pertama tahun 2026 ini," ucapnya.

General Manager Pakuwon Mall Surabaya Hendie Santoso mengaku tak menyangka pemasangan pagar menjadi viral. Ia justru menilai komentar warganet menghibur dan membuat mal kembali tren di linimasa. Sejumlah penghuni 13 tower apartemen di kawasan itu menyebut suasana kini lebih aman dan tertib setelah pagar berdiri.

Pakuwon Group menyatakan merapikan desain pagar di seluruh mal agar memiliki identitas visual seragam, dengan pertimbangan utama keamanan而不是 estetika. Manajemen mengapresiasi perhatian warganet meski banyak yang berspekulasi liar soal tujuan pemagaran tersebut.

Tentang Penulis