Kamis, 18 Juni 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement
Daerah

2.530 Mahasiswa KKN UIN IB Dikerahkan Dukung Gerakan Padang Rancak

Pemko Padang dan UIN IB bersinergi lepas 2.530 mahasiswa KKN Periode 52 Tahun 2026. Mahasiswa didorong eksekusi program Padang Rancak dan Smart Surau di lapangan.

Oleh Claudia
Diterbitkan
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri kegiatan pembekalan dan pelepasan 2.530 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode ke-52 Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN-IB)
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri kegiatan pembekalan dan pelepasan 2.530 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode ke-52 Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN-IB)

Sebanyak 2.530 mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang resmi dilepas untuk menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode ke-52 Tahun 2026, Senin (15/6/2026). Pemerintah Kota Padang secara terbuka mendorong mereka menjadi ujung tombak pelaksanaan program unggulan daerah, khususnya gerakan Padang Rancak yang mengincar predikat kota terbersih di Indonesia.

Acara pembekalan dan pelepasan berlangsung di Aula Gedung J Kampus III UIN IB Padang dan dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. Wali Kota Padang Fadly Amran turut hadir dan memanfaatkan momentum itu untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Fadly menegaskan bahwa kehadiran ribuan mahasiswa KKN di tengah masyarakat harus menghasilkan perubahan nyata, bukan sekadar formalitas akademik. Ia secara khusus meminta mahasiswa terlibat aktif dalam Padang Rancak — gerakan kebersihan kota yang ia rancang sebagai landasan untuk menjadikan Padang sebagai salah satu kota terbersih nasional.

"Mahasiswa KKN punya potensi besar untuk menggerakkan masyarakat. Padang Rancak membutuhkan tangan-tangan muda yang energik dan inovatif untuk benar-benar terwujud di lapangan," ujar Fadly dalam keterangan resminya.

Tiga Program Unggulan yang Jadi Prioritas

Selain Padang Rancak, Fadly juga mengajak mahasiswa mendukung dua agenda strategis kota lainnya. Pertama, program Smart Surau — inisiatif menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan generasi muda, yang mencakup Subuh Mubarokah, gerakan Remaja Masjid Reborn, rumah tahfidz, hingga akses WiFi gratis di masjid. Kedua, upaya mewujudkan Padang sebagai Kota Kreatif Gastronomi Dunia yang diakui UNESCO — sebuah misi yang membutuhkan keterlibatan anak muda dalam mempromosikan kekayaan kuliner lokal.

Menko PM Muhaimin Iskandar dalam kuliah umumnya menekankan bahwa KKN adalah laboratorium sosial paling konkret yang bisa dialami mahasiswa. Ia mendorong peserta memanfaatkan masa pengabdian untuk melahirkan ide dan inovasi yang benar-benar menjawab persoalan masyarakat, bukan sekadar menyelesaikan kewajiban studi.

"KKN bukan rutinitas. Ini adalah ruang bagi kalian untuk mempertemukan ilmu dengan realitas. Jadilah agen perubahan yang menghadirkan solusi," kata Muhaimin di hadapan ribuan mahasiswa.

Advertisement

Tema "An-Nahl Berdampak" dan Periode Pengabdian

Rektor UIN IB Padang Martin Kustati menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung tema "An-Nahl Berdampak: Berdaya, Tangguh, dan Berbudaya". Para mahasiswa dari berbagai fakultas akan disebar ke sejumlah wilayah di Sumatera Barat dan provinsi sekitar untuk menjalankan pengabdian masyarakat pada periode 20 Juli hingga 19 Agustus 2026.

Martin menegaskan bahwa konsep KKN tahun ini dirancang agar mahasiswa tidak sekadar melaksanakan program rutin, melainkan mampu menghasilkan karya, data, dan rekomendasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan institusi. "Kami ingin menghadirkan model pengabdian yang berdampak jangka panjang, bukan yang berhenti begitu mahasiswa pulang," ujarnya.

Sebelum pelepasan resmi ini, koordinasi teknis antara Pemko Padang dan LPPM UIN IB telah dilakukan sejak April 2026. Kedua pihak membahas lokasi penempatan mahasiswa, jadwal kegiatan, dan sinkronisasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar program KKN tepat sasaran.

Feeder Bus dan Pelebaran Jalan Jadi Komitmen Balik

Sinergi yang dibangun tidak berjalan satu arah. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap UIN IB Padang, Fadly Amran mengumumkan komitmen Pemko Padang menyediakan delapan unit bus feeder yang melayani akses menuju Kampus III UIN IB Padang. Pemerintah kota juga sedang mengajukan permohonan pelebaran jalan menuju kawasan kampus kepada pemerintah pusat.

Rektor Martin Kustati menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, kemudahan akses merupakan faktor krusial dalam mendukung proses belajar mengajar ribuan mahasiswa yang berkuliah di kampus tersebut.

Acara pelepasan turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Firdaus, unsur Forkopimda Kota Padang, serta jajaran pimpinan dan civitas akademika UIN IB Padang.