Senin, 13 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

48 Ribu Warga Padang Menganggur, Disnakerin Sebut Lulusan Tak Seimbang dengan Lapangan Kerja

TPT Kota Padang masih 9,28 persen atau sekitar 48 ribu orang. Disnakerin sebut ketidakseimbangan lulusan dan lapangan kerja jadi penyebab utama.

Oleh Dipsi Ay
Diterbitkan
48 Ribu Warga Padang Menganggur, Disnakerin Sebut Lulusan Tak Seimbang dengan Lapangan Kerja
Ilustrasi pengangguran. (Foto: REZA/PADEK)

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Padang masih menyentuh 9,28 persen, setara sekitar 48 ribu penduduk yang belum terserap dunia kerja. Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) setempat menyebut ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dan lapangan kerja yang terbatas menjadi penyebab utama.

Kepala Disnakerin Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, mengatakan angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya, namun belum signifikan. "Lulusan sangat banyak, sementara lapangan kerja terbatas, sehingga terjadi ketimpangan dalam mencari pekerjaan," kata Ferri di Padang, Sabtu (11/7).

Untuk menekan angka pengangguran, Pemko Padang menjalankan pelatihan berbasis kompetensi yang disinergikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Salah satunya pelatihan mekanik yang bekerja sama dengan Hayati, di mana sebagian peserta langsung ditempatkan bekerja setelah pelatihan. Sektor perhotelan juga menjadi sasaran serapan melalui skema magang yang berujung rekrutmen karyawan.

Ferri menekankan pelatihan kerja tidak boleh sekadar seremonial. "Kita berharap pelatihan itu tidak hanya sebuah pelatihan, tetapi betul-betul setelah pelatihan mereka bisa mendapatkan penempatan kerja," ujarnya.

Advertisement

Menurut Ferri, persoalan pengangguran tidak bisa diselesaikan dinas sendiri. Diperlukan sinergi perusahaan, balai pelatihan vokasi, hingga BP3MI untuk penempatan tenaga kerja luar negeri.

Terkait perlambatan ekonomi global yang berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK), Ferri menilai dampaknya ke Kota Padang tidak langsung. Meski demikian, antisipasi tetap diperlukan melalui penguatan kerja sama dengan dunia usaha.

Data tersebut sejalan dengan laporan sebelumnya yang menyebut satu dari sepuluh angkatan kerja di Padang menganggur, dengan lulusan SMA sebagai penyumbang terbesar. Pemko Padang menargetkan penurunan TPT berlanjut melalui inovasi pengembangan sumber daya manusia dan perluasan kerja sama penempatan kerja.

Tentang Penulis