JAKARTA — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah rumor yang mengaitkan namanya dengan dugaan penyadapan komunikasi Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat acara pelantikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Golkar di Ambon pada Sabtu (7/11). "Jadi, mereka ini membangun persepsi seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan. Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan? Sementara saya ikut disadap! Abuleke ini, asli ini abuleke! Kreatif sedikit gitu lho," ujar Bahlil, seperti dikutip dari saluran YouTube Kabar Golkar.
Rumor tersebut beredar di media sosial setelah muncul narasi bahwa Bahlil sempat menghadiri rapat dengan sejumlah perwira tinggi Polri tiga jam sebelum penangkapan terkait kasus dugaan penyadapan tersebut. Bahlil menyebut narasi itu tidak sehat dan diduga menyasar elektabilitas Partai Golkar. Ia mendorong kepolisian mengusut tuntas penyadapan yang dilakukan sejumlah perwira tinggi, dan seandainya pernah digelar rapat, ia mendesak agar pembukaannya dilakukan ke ruang publik karena ia mengaku tidak pernah mengikuti rapat itu.
Sementara itu, Bahlil sebelumnya mengancam akan melayangkan somasi terhadap penyebar rumor keterlibatannya dalam kasus penyadapan. Di sisi lain, Kepala Bareskrim Polri menegaskan empat perwira tinggi Polri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan tersebut, termasuk dugaan pemberian izin operasi pemantauan kepada pihak-pihak yang menjalankan penyadapan.
Topik Terkait
Tentang Penulis