Banjir Rendam 81 Rumah dan 20 Hektar Lahan Pertanian di Padang Pariaman

Hujan deras disertai angin kencang Jumat sore memicu luapan tiga sungai dan merendam 81 rumah serta 20 hektar lahan pertanian di Padang Pariaman. Hingga Sabtu, genangan sudah surut.

Penulis Aksara Kirana
Editor Nayla
Banjir merendam permukiman di Kabupaten Padang Pariaman, foto arsip November 2025
Foto arsip: Banjir merendam permukiman di Kabupaten Padang Pariaman (BNPB, November 2025). Bukan dokumentasi kejadian 6-7 November 2026.

PADANG PARIAMAN — Hujan deras disertai angin kencang sejak Jumat (6/11) sore meluapkan tiga sungai di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dan merendam 81 rumah warga serta 20 hektar lahan pertanian.

"Luapan sungai memicu banjir yang merendam sekitar 81 unit rumah warga, dua fasilitas ibadah, dan 20 hektare lahan pertanian," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/11).

Hujan deras membuat air Sungai Batang Kaumuan, Batang Gasan, dan Batang Paingan meluap ke permukiman dan sawah. Luapan air juga sempat mengganggu akses jalan provinsi Padang-Pasaman Barat di tiga kecamatan di wilayah kabupaten itu.

Meski merendam puluhan rumah, tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi akibat banjir tersebut. Petugas dan warga pun belum melaporkan adanya korban jiwa maupun luka.

Berton mengatakan kondisi banjir kini berangsur membaik. Hujan telah reda, genangan surut, dan arus lalu lintas di jalan provinsi kembali normal.

"Masyarakat mulai membersihkan sisa material lumpur," kata dia. Ia menambahkan kebutuhan mendesak masih ada, seperti terpal, selimut, kasur, kit kebersihan, kit keluarga, dan sembako.

Kondisi ini sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang sebelumnya memprakirakan hujan lebat melanda sebagian besar Sumbar, termasuk Padang Pariaman, pada 6-8 November.

BPBD mengimbau warga di kawasan bantaran sungai dan perbukitan waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan. Warga diminta menghindari tepi sungai saat cuaca memburuk dan segera melapor bila debit air naik.

Tentang Penulis

A

Aksara Kirana

Penulis di Pameo News

Disunting oleh Nayla

Lihat Semua Artikel