PADANG PARIAMAN — Hujan deras disertai angin kencang sejak Jumat (6/11) sore meluapkan tiga sungai di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dan merendam 81 rumah warga serta 20 hektar lahan pertanian.
"Luapan sungai memicu banjir yang merendam sekitar 81 unit rumah warga, dua fasilitas ibadah, dan 20 hektare lahan pertanian," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/11).
Hujan deras membuat air Sungai Batang Kaumuan, Batang Gasan, dan Batang Paingan meluap ke permukiman dan sawah. Luapan air juga sempat mengganggu akses jalan provinsi Padang-Pasaman Barat di tiga kecamatan di wilayah kabupaten itu.
Meski merendam puluhan rumah, tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi akibat banjir tersebut. Petugas dan warga pun belum melaporkan adanya korban jiwa maupun luka.
Berton mengatakan kondisi banjir kini berangsur membaik. Hujan telah reda, genangan surut, dan arus lalu lintas di jalan provinsi kembali normal.
"Masyarakat mulai membersihkan sisa material lumpur," kata dia. Ia menambahkan kebutuhan mendesak masih ada, seperti terpal, selimut, kasur, kit kebersihan, kit keluarga, dan sembako.
Kondisi ini sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang sebelumnya memprakirakan hujan lebat melanda sebagian besar Sumbar, termasuk Padang Pariaman, pada 6-8 November.
BPBD mengimbau warga di kawasan bantaran sungai dan perbukitan waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan. Warga diminta menghindari tepi sungai saat cuaca memburuk dan segera melapor bila debit air naik.
Topik Terkait
Tentang Penulis