Marapi Erupsi Sabtu Pagi, Abu Vulkanik Selimuti Sungai Pua Agam

Gunung Marapi kembali erupsi pada Sabtu pukul 09.55 WIB. Hujan abu vulkanik dirasakan warga Nagari Sariak, Sungai Pua, Agam, dan menutupi lahan pertanian. Status gunung tetap Level II Waspada.

Penulis Aksara Kirana
Editor Nayla
Gunung Marapi di Sumatera Barat saat erupsi
Foto: ANTARA

BUKITTINGGI — Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Sabtu (7/11) pukul 09.55 WIB. Sebaran abu vulkanik terpantau di Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, dan dirasakan langsung warga yang bermukim di lereng gunung.

"Hujan abu vulkanik kami rasakan di Nagari Sariak, Sungai Pua. Sangat mengganggu penglihatan dan membuat napas sesak," kata Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Sariak, Ismail Damar, saat dihubungi dari Bukittinggi.

Ismail mengatakan material abu menutupi sebagian besar lahan pertanian dan kebun warga. Ia sendiri tengah berada di kebun saat erupsi terjadi dan memilih bertahan di pondok untuk sementara waktu.

"Saya saat ini sedang di kebun, untuk sementara berlindung saja di dalam pondok. Hujan abu mengganggu aktivitas," ujar Ismail yang juga menjabat Wali Jorong di daerah tersebut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, Ahmad Rifandi, mencatat erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 15,6 milimeter dan durasi sekitar 48 detik. Tinggi kolom abu tidak teramati dari pos pengamatan.

"Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada)," kata Rifandi.

Status yang sama juga dipertahankan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral setelah evaluasi data pemantauan periode 16-31 Oktober 2026. Dalam surat bernomor 1853.Lap/GL.03/BGL/2026 tertanggal 5 November 2026, Badan Geologi menyebut dinamika suplai fluida dan magma dari kedalaman masih berlangsung dan memungkinkan erupsi susulan, dengan potensi bahaya utama berupa lontaran material pijar dan abu di sekitar pusat aktivitas.

Erupsi pada Sabtu merupakan rangkaian aktivitas terbaru gunung setinggi 2.891 meter itu. Sebelumnya, Marapi erupsi pada Rabu (4/11) pukul 10.51 WIB dengan amplitudo maksimum 17,8 milimeter dan durasi sekitar 26 detik, juga tanpa kolom abu yang teramati.

PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi menyusul aktivitas tersebut. Masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang memasuki atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.

Warga yang bermukim di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu dari puncak Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman lahar, terutama saat hujan turun di wilayah puncak.

"Jika terjadi hujan abu vulkanik, warga diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna mencegah bahaya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)," kata Rifandi.

Masyarakat juga diminta tetap tenang, tidak menyebarkan berita bohong, dan tidak terprovokasi isu tanpa sumber jelas. Warga diarahkan mengikuti arahan resmi pemerintah daerah terdampak, yakni Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam.

Tentang Penulis

A

Aksara Kirana

Penulis di Pameo News

Disunting oleh Nayla

Lihat Semua Artikel