Minggu, 12 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

BMKG: Curah Hujan di Indonesia Diprediksi Tetap Rendah pada Pertengahan Juli 2026

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia masih diguyur curah hujan rendah memasuki pertengahan Juli 2026 akibat meluasnya musim kemarau dan fenomena El Nino.

Oleh Jemi Setiawan
Diterbitkan
BMKG: Curah Hujan di Indonesia Diprediksi Tetap Rendah pada Pertengahan Juli 2026
Foto: Okezone

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia masih akan diguyur curah hujan rendah memasuki pertengahan Juli 2026, seiring meluasnya musim kemarau yang diperkuat fenomena El Nino di Samudra Pasifik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya, Sabtu (11/7/2026), menyebut wilayah yang telah memasuki musim kemarau semakin meluas dan sebagian di antaranya mulai berada pada puncak kemarau.

Data pantauan BMKG menunjukkan 342 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,9 persen wilayah Indonesia telah masuk musim kemarau pada awal Juli 2026. Angka itu naik 11,3 persen dibandingkan dasarian sebelumnya.

Indikasi kekeringan juga terlihat dari Hari Tanpa Hujan (HTH). Sebanyak 329 titik pengamatan tercatat mengalami HTH kategori sangat panjang, yakni berlangsung 31–60 hari berturut-turut tanpa hujan.

Advertisement

Menurut BMKG, massa udara kering yang berasal dari selatan Indonesia — khususnya Samudra Hindia di selatan Jawa hingga Nusa Tenggara — menekan pembentukan awan hujan di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

El Nino dipantau masih persisten dengan indeks Niño 3.4 sebesar +1,25 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -24,7. Nilai tersebut menunjukkan potensi tinggi penurunan curah hujan berlanjut di berbagai regional.

Meski pola kering mendominasi, BMKG mengingatkan hujan masih mungkin terjadi akibat dinamika atmosfer regional, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby ekuatorial, dan dampak tidak langsung Siklon Tropis Bavi di Laut Filipina.

Sebelumnya BMKG juga telah mengeluarkan peringatan banjir rob pada 8–22 Juli 2026 akibat fenomena Super New Moon, serta peringatan cuaca ekstrem untuk Indonesia Timur terkait Siklon Bavi. BNPB sendiri telah menyiagakan operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah prioritas guna meredam dampak El Nino.

Tentang Penulis