BMKG Minangkabau mengingatkan masyarakat Sumatera Barat untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat dalam periode 4–6 Juli 2026. Peringatan paling kuat diarahkan ke Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok yang berstatus siaga pada Senin, 6 Juli 2026.
Informasi tersebut merujuk prakiraan cuaca BMKG Minangkabau yang dirilis Sabtu, 4 Juli 2026, dan dikutip Langgam.id. Dalam prakiraan itu, cuaca Sumbar pada pagi hari umumnya cerah berawan hingga berawan, tetapi potensi hujan meningkat pada siang, malam, hingga dini hari di sejumlah daerah.
Pada Sabtu, hujan ringan diperkirakan terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan. BMKG juga memberi peringatan dini untuk Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, dan Pasaman karena potensi hujan sedang hingga lebat.
Memasuki Minggu, 5 Juli 2026, wilayah yang berpotensi diguyur hujan semakin meluas. Hujan ringan diperkirakan terjadi di Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, dan Sijunjung.
Pada hari yang sama, hujan sedang hingga lebat diprediksi mengguyur Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Pasaman. Malam hingga dini hari, potensi serupa masih terlihat di Pasaman Barat dan Kepulauan Mentawai.
Puncak kewaspadaan diperkirakan terjadi pada Senin, 6 Juli 2026. BMKG menetapkan status siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok.
Pada pagi hari, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan. Kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada siang hingga malam hari di Tanah Datar, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Sijunjung.
BMKG juga mengeluarkan peringatan waspada untuk Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Warga di daerah rawan banjir, longsor, dan aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun pada sore hingga malam hari. Pemerintah daerah dan masyarakat juga perlu memperhatikan potensi gangguan perjalanan, aktivitas pesisir, serta risiko hidrometeorologi lain selama periode prakiraan berlangsung.
Selama periode tersebut, suhu udara Sumatera Barat diperkirakan berkisar 18–33 derajat Celsius. Kelembapan udara berada pada rentang 65–98 persen, sementara angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4–26 kilometer per jam.
Topik Terkait
Tentang Penulis