Jumat, 05 Juni 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement
Olahraga

Bukan Sekadar Renovasi, GOR Haji Agus Salim Padang Direkonstruksi Total dengan Anggaran Rp400 Miliar

Stadion GOR Haji Agus Salim Padang resmi direkonstruksi total dengan anggaran Rp400 miliar dari Kementerian PU. Berkapasitas 15.000 kursi single seat berstandar AFC, pembangunan ditargetkan selesai dalam setahun.

Oleh Redaksi
Diterbitkan 05 Juni 2026
Design rekonstruksi Stadion GOR H. Agus Salim (instagram/stadionlovers)
Design rekonstruksi Stadion GOR H. Agus Salim (instagram/stadionlovers)

Kabar yang sudah lama dinantikan masyarakat Sumatera Barat akhirnya terwujud. Stadion GOR Haji Agus Salim (GHAS), ikon olahraga Kota Padang yang berdiri sejak 1983, tidak hanya akan direnovasi — melainkan dibongkar total dan dibangun kembali dari nol. Keputusan bersejarah ini menjadi babak baru bagi infrastruktur olahraga di Ranah Minang, sekaligus jawaban atas harapan para suporter Semen Padang FC yang bertahun-tahun menyaksikan kondisi stadion kebanggaan mereka semakin memprihatinkan.

Dari Renovasi Menjadi Rekonstruksi Total

Awalnya, proyek ini direncanakan sebagai renovasi biasa. Namun setelah kajian teknis mendalam oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI, pemerintah mengambil keputusan tegas: rekonstruksi menyeluruh. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade yang juga menjadi penasihat Semen Padang FC menegaskan, stadion yang sudah berusia lebih dari empat dekade itu tidak lagi layak sekadar ditambal sulam.

"Keputusan pemerintah bukan lagi sekadar renovasi, melainkan rekonstruksi total setelah dilakukan kajian teknis mendalam oleh Kementerian PU. Stadion akan dibongkar dan dibangun kembali dari awal agar memenuhi standar internasional serta mampu menjawab kebutuhan jangka panjang pengembangan sepak bola Sumbar," tegas Andre.

Pernyataan itu disampaikan saat Andre bersama Kasatker Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Sumatera Barat, Jihat, meninjau GHAS pada 8 April 2026. Kunjungan itu sekaligus mengonfirmasi bahwa seluruh proses desain dan perencanaan stadion telah rampung, dan pemerintah tengah menyiapkan dokumen tender.

Anggaran Rp400 Miliar, Skema Multi-Year Contract

Proyek rekonstruksi GHAS menggunakan skema Multi-Year Contract dengan alokasi anggaran sekitar Rp400 miliar yang dikucurkan sekaligus dari Kementerian Pekerjaan Umum. Kasatker Jihat menegaskan, skema ini dipilih agar proyek berjalan cepat dan tuntas tanpa terganggu pergantian tahun anggaran.

Angka ini melonjak signifikan dari estimasi awal yang sempat disebutkan antara Rp100–200 miliar pada pertengahan 2025. Lonjakan tersebut mencerminkan luasnya cakupan pekerjaan yang akhirnya disepakati: bukan sekadar memperbaiki tribun atau mengganti rumput, melainkan membangun ulang seluruh struktur stadion dari fondasi.

Proses tender ditargetkan dimulai paling lambat Mei 2026, dengan pengumuman pemenang diperkirakan pada pertengahan Juni 2026. Setelah itu, pembongkaran stadion diperkirakan dimulai sekitar Juli 2026, dan pembangunan ditargetkan selesai dalam satu tahun, sehingga stadion baru diharapkan siap digunakan pada musim kompetisi 2027/2028.

Wajah Baru Berstandar AFC, Bernapas Minangkabau

Stadion baru GOR Haji Agus Salim dirancang untuk memenuhi standar Asian Football Confederation (AFC), menjadikannya siap menjadi tuan rumah kompetisi sepak bola level nasional hingga internasional. Kapasitas penonton ditingkatkan dari sekitar 10.000 menjadi 15.000 kursi, seluruhnya dengan sistem single seat yang modern.

Fasilitas yang akan hadir di stadion baru ini jauh melampaui kondisi saat ini. Di antaranya adalah lounge eksklusif, royal box, lift stadion untuk kemudahan akses, kantor Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Barat, serta merchandise store khusus Semen Padang FC. Desain bangunan akan mengadopsi ornamen khas Minangkabau dengan sentuhan arsitektur rumah gadang, memastikan identitas budaya Sumbar tetap hidup dalam wajah stadion yang modern.

Advertisement

Menteri PU RI Dody Hanggodo, yang meninjau langsung kondisi stadion pada 30 Januari 2026 bersama Wali Kota Padang Fadly Amran, menekankan bahwa rekonstruksi tidak hanya menyasar bangunan utama. Kawasan pendukung di dalam dan luar area stadion ikut dibenahi secara terpadu, termasuk sistem drainase yang wajib terintegrasi dengan aliran sungai sekitar agar tidak terjadi genangan saat musim hujan.

"Interior dan eksterior akan direvitalisasi agar stadion ini tampil lebih representatif, gagah, dan layak menjadi kebanggaan masyarakat," ujar Menteri Dody.

Dukungan Presiden dan Komitmen Pemerintah Daerah

Proyek rekonstruksi GHAS merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bagian dari program peningkatan infrastruktur olahraga nasional. Kepastian dukungan pemerintah pusat ini membuka jalan bagi proyek yang sebelumnya sempat terganjal keterbatasan anggaran daerah, mengingat GHAS adalah aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik rencana ini dan menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk bersinergi dengan pemerintah pusat maupun provinsi demi kelancaran pembangunan. "Kami berharap GOR Haji Agus Salim dapat menjadi sarana olahraga yang lebih modern dan representatif, sehingga dapat mendorong dan meningkatkan prestasi olahraga masyarakat Kota Padang," ungkapnya.

Semen Padang FC Sementara Jadi Tim Musafir

Konsekuensi dari rekonstruksi berskala besar ini adalah Semen Padang FC harus meninggalkan kandangnya selama proses pembangunan berlangsung. Selama kurang lebih satu musim kompetisi, tim Kabau Sirah akan bermarkas sementara di luar Sumatera Barat, kemungkinan besar di Jakarta.

"Dengan skema tersebut pemerintah menargetkan Semen Padang FC hanya menjadi tim musafir selama satu musim sebelum kembali menggunakan stadion baru yang representatif," kata Andre Rosiade.

Bagi para pendukung setia Semen Padang FC, pengorbanan sementara ini tentu bukan hal ringan. Namun, prospek memiliki stadion berstandar internasional — yang membanggakan, aman, dan nyaman — menjadi harapan besar yang menyertai penantian panjang ini.

Tonggak Baru Infrastruktur Olahraga Sumbar

Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah pernyataan komitmen negara terhadap Sumatera Barat, sebuah momentum untuk mengangkat derajat infrastruktur olahraga yang selama ini tertinggal. Dengan anggaran Rp400 miliar, standar AFC, dan desain yang merangkul identitas Minangkabau, stadion baru GHAS diharapkan menjadi salah satu fasilitas sepak bola terbaik di Indonesia — dan kelak, markas yang benar-benar layak bagi Semen Padang FC serta kebanggaan seluruh masyarakat Ranah Minang.


Sumber Referensi:

  • Detik.com – Andre Rosiade: GOR Haji Agus Salim Direkonstruksi Total, Anggaran Rp 400 M (8 April 2026)
  • Kompas.com – Stadion Haji Agus Salim akan Dibongkar, Semen Padang FC Jadi Musafir (9 April 2026)
  • IDN Times – Rekonstruksi Stadion H Agus Salim Padang 2026 (8 April 2026)
  • Tribun Padang – Renovasi Total GOR Haji Agus Salim Padang Ditargetkan Selesai dalam Setahun (31 Januari 2026)
  • Bisnis.com – Anggaran Renovasi Stadion GOR Haji Agus Salim Padang Rp200 Miliar Ditanggung APBN (14 Agustus 2025)
  • ANTARA Sumbar – Renovasi Stadion H Agus Salim Padang (Juni 2024)